Heboh Hukum Kebiri: Turunkan Libido, Matikan Syaraf, atau...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siluet aktris Amerika Serikat Angelina Jolie, Utusan Khusus Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi saat menghadiri acara 'End Sexual Violence in Conflictsummit in London (13/6). AP/Lefteris Pitarakis

    Siluet aktris Amerika Serikat Angelina Jolie, Utusan Khusus Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi saat menghadiri acara 'End Sexual Violence in Conflictsummit in London (13/6). AP/Lefteris Pitarakis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan penerapan hukuman kebiri bukan hal baru untuk mengantisipasi kekerasan seksual terhadap anak. "Beberapa negara bagian di Amerika Serikat memberlakukannya sejak 1960, Jerman sejak  1902. Juga Inggris, Australia, Denmark, Polandia, Ceko, Rusia, Turki, Korea Selatan, begitu banyak yang sudah memberikan pemberatan,” katanya di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan di Jakarta Pusat, Jumat, 23 Oktober 2015.

    Khofifah menilai hukuman kebiri yang akan diterapkan di Indonessia bertujuan menjadi shock therapy atau terapi kejut dan mereduksi kemungkinan pelaku menjadi residivis predator seksual terhadap anak. Yang paling utama, kata dia, adalah untuk melindungi anak-anak di Indonesia. Bahkan Khofifah menyebut Inggris bulan lalu terdapat 100 orang di daerah Notingham secara sukarela meminta dikebiri karena merasa sulit mengendalikan perilaku kekerasan seksual terhadap anak.

    Di Washington, terdapat artikel yang menyebutkan Mac Way mencabuli 200 anak. Ketika di penjara, dia meminta dikebiri tapi hakim menolak. "Akhirnya dia bilang, 'Penjara ini tidak bisa memenjarakan syahwat saya.' Ketika keluar, dia mengulangi tindakan itu lagi," kata Khofifah menirukan Mac Way. Untuk teknis pelaksanaan hukuman, Khofifah mengatakan dapat mengikuti negara-negara yang terlebih dulu menerapkan hukuman tersebut, seperti Rusia, yang melakukan kebiri oleh psikiater forensik.

    Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, mengatakan hukuman kebiri secara ilmu kedokteran bisa dilakukan dengan menurunkan libido laki-laki untuk mendapatkan hormon perempuan. Namun, Kementerian Kesehatan belum menyatakan setuju terhadap hukuman kebiri. Nila mengaku, lembaganya masih mengkaji kemungkinan hukuman itu mematikan syaraf atau teknis ilmu kedokteran lainnya. "Itu wewenang hukum, saya kira jaksa agung yang bisa membicarakan hal ini. Kami tidak bisa memvonis sekaligus, tapi ada cara-cara tertentu dalam dunia medis kedokteran yang bisa dimanfaatkan."

    DANANG FIRMANTO

    Baca juga:
    Dewie Limpo Terjerat Suap: Inilah 7 Fakta Mencengangkan
    Skandal Suap: Terkuak, Ini Cara Dewie Limpo Bujuk Menteri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.