Tersangka Kasus Dewi Limpo: Kami Sudah Lobi ESDM dan Pusat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR Fraksi Hanura, Dewie Yasin Limpo, memakai baju tahanan KPK, usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis dini hari, 22 Oktober 2015. ANTARA/M Agung Rajasa

    Anggota DPR Fraksi Hanura, Dewie Yasin Limpo, memakai baju tahanan KPK, usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis dini hari, 22 Oktober 2015. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Deiyai - Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Deiyai, Papua, Irenius Adii, mengatakan, pihaknya telah melobi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terkait pembangunan sejumlah pembangkit tenaga listrik di Deiyai, termasuk proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Belakangan, proyek PLTS inilah yang menyeret Irenius sebagai tersangka kasus suap PLTS yang menjerat Dewie Yasin Limpo, anggota Komisi Energi DPR dan politikus Partai Hanura.   

    Dalam pernyataan Irenius yang dilansir laman resmi Kabupaten Deiyai, 3 September 2015, terungkap pemerintah setempat sedang melakukan terobosan di bidang kelistrikan, seperti pembangkit listrik tenaga air (PLTA), pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dan pembangkit listrik tenaga durya (PLTS). "Kami upayakan dalam waktu dekat Kota Wakeitei dan sekitarnya bisa gunakan PLTD. Kampung yang dekat dengan Waghete akan nikmati penerangan PLTS," kata Irenius di kampung Okomo, Distrik Tigi, Deiyai.

    Laman itu memaparkan, selain maksimalkan PLTD, Pemerintah juga sedang berupaya membangun PLTA. Ia berharap masyarakat mendukung program Dinas ESDM yang sedang kencang membangun penerangan di Deiyai. "Dinas ESDM sudah komitmen membangun PLTA, PLTD dan PLTS. Dana yang digunakan dalam pembangunan PLTA dan PLTD bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara. Pemkab Deiyai telah melobi proyek itu di Kementerian ESDM," ucap Irenius ketika itu.

    Irenius menegaskan, demi tanah dan masyarakat Deiyai, lembaganya harus melobi proyek ke pusat. "Hampir tujuh tahun Waghete yang juga Ibu Kota kabupaten, listrik belum menyala. Artinya perubahan harus dilakukan oleh putra daerah sendiri."

    Laman itu juga mengutip pernyataan Kepala Suku Umum Kabupaten Deiyai, Frans Mote, yang memberi apresiasi sangat mendalam kepada pemerintah yang berupaya menghadirkan proyek pusat yang menjadi kerinduan masyarakat Deiyai untuk menikmati penerangan. "Sejak lama masyarakat Deiyai ingin nikmati penerangan tapi sampai saat ini belum memberikan kontribusi yang positif oleh pemerintah Daerah."

    Frans mengaku sangat bangga dengan upaya Irenius yang pada akhirnya PLTD akan beroperasi dalam waktu dekat. Dia pun mengakui pemerintah daerah telah membagikan solarcell kepada sejumlah masyarakat Deiyai tetapi warga Wakeitei meminta harus ada penerangan dari PLTD. "Masyarakat harus mendukung pembangunan PLTA maupun PLTD ini agar pembangunan bisa berjalan dengan aman dan bisa selesai dalam waktu yang dekat."

    Baca juga:
    Dewie Limpo Terjerat Suap: Inilah 7 Fakta Mencengangkan
    Skandal Suap: Terkuak, Ini Cara Dewie Limpo Bujuk Menteri

    Namun, sebelum proyek yang dijanjikan itu tuntas, Irenius keburu tertangkap tangan oleh KPK, Selasa malam, 20 Oktober 2015. Irenius dicokok penyidik KPK bersama empat tersangka lainnya. Pemberi suap ialah Septiadi dan Irenius Adii. Untuk penerima suap, KPK menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah Dewie Yasin Limpo, staf Dewie yakni Bambang Wahyu Hadi, dan sekretaris pribadi Dewie bernama Rinelda Bandaso.

    Selanjutnya: Pengakapan itu bermula saat...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.