Risma Tersangka Kasus Pasar Turi, PDIP Sebut Ada Rekayasa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat berbincang dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi di ruang kerjanya, di Gedung KemenPAN-RB, Jakarta, 4 Agustus 2015. Dalam pertemuan tersebut, Risma membahas kurangnya tenaga dokter spesialis dan guru Pegawai Negeri Sipil di Surabaya. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ekspresi Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat berbincang dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi di ruang kerjanya, di Gedung KemenPAN-RB, Jakarta, 4 Agustus 2015. Dalam pertemuan tersebut, Risma membahas kurangnya tenaga dokter spesialis dan guru Pegawai Negeri Sipil di Surabaya. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Surabaya Didik Prasetyono menyebut ada indikasi rekayasa dalam penetapan tersangka mantan Wakil Wali Kota Tri Rismaharini, terkait dengan proyek Pasar Turi. Ia menyebut ada upaya penjegalan Risma supaya gagal mencalonkan kembali menjadi Wali Kota Surabaya.

    "Ini untuk mempengaruhi opini masyarakat dan merusak nama baik sehingga elektabilitas Risma-Whisnu Sakti turun," kata Didik, Jumat, 23 Oktober 2015.

    Didik menjelaskan, upaya penjegalan ini bukan pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, Risma dijegal dengan cara penundaan pemilihan kepala daerah Kota Surabaya, karena calonnya tunggal. Ia optimistis masyarakat dapat menilai tuduhan tersebut tidak benar. "Kental nuansa rekayasa politik, apalagi sekarang 47 hari menjelang pilkada Surabaya," ujarnya.

    Risma dan Whisnu, kata Didik, meminta Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur segera mengklarifikasi kabar tersebut supaya tidak menjadi black campaign atau kampanye hitam. "Hingga saat ini kami belum terima konfirmasi atau salinan SPDP (surat pemberitahuan dimulainya penyidikan) itu, baik dari Polda ataupun Kejati," ujar anggota tim sukses Risma-Whisnu tersebut.

    Sebelumnya diberitakan Risma menjadi tersangka penyalahgunaan wewenang pemindahan kios sementara di Pasar Turi. Berdasarkan SPDP dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Risma dijerat Pasal 421 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang penyalahgunaan wewenang.

    "Pada prinsipnya kami menghormati proses hukum, tapi kami akan melawan segala bentuk rekayasa. Kami segera berkoordinasi dengan DPP PDI Perjuangan," kata Didik.

    DEWI SUCI RAHAYU

    Baca juga:
    Dewie Limpo Terjerat Suap: Inilah 7 Fakta Mencengangkan
    Skandal Suap: Terkuak, Ini Cara Dewie Limpo Bujuk Menteri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.