Semeru Terbakar, Warga dan Pecinta Alam Dikerahkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota PMI memberikan masker pada seorang warga untuk mengantisipasi abu vulkanik Gunung semeru di Desa Argoyuwono, Malang, Jawa Timur, Kamis (9/2).  PMI Kabupaten Malang menyiagakan 20 relawan di tiap kecamatan rawan bencana untuk memberikan informasi setiap perkembangan yang terjadi berkaitan dengan aktivitas Gunung Semeru dan menyiapkan kebutuhan awal jika terjadi bencana. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    Seorang anggota PMI memberikan masker pada seorang warga untuk mengantisipasi abu vulkanik Gunung semeru di Desa Argoyuwono, Malang, Jawa Timur, Kamis (9/2). PMI Kabupaten Malang menyiagakan 20 relawan di tiap kecamatan rawan bencana untuk memberikan informasi setiap perkembangan yang terjadi berkaitan dengan aktivitas Gunung Semeru dan menyiapkan kebutuhan awal jika terjadi bencana. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Lumajang - Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS) Ayu Dewi Utari, mengatakan upaya pengendalian kebakaran di Gunung Semeru terus dilakukan hingga Jumat pagi, 23 Oktober 2015.

    "Selain upaya evakuasi pendaki, kami juga berupaya untuk mengendalikan api," kata Ayu Dewi Utari, Jumat 23 Oktober 2015.

    Relawan yang sudah berada di atas melakukan evakuasi pendaki Gunung Semeru. "Untuk pengendalian api, selain petugas, kami juga melibatkan masyarakat, serta 40 mahasiswa pecinta alam," kata Ayu melalui pesan WhatsApp kepada Tempo. Dia mengatakan banyak pihak lain yang juga ingin bergabung untuk ikut menangani kebakaran.

    "Sementara dari pihak lain tidak kami naikkan dulu, karena api sulit dikendalikan," ujarnya. Selain itu, angin juga berhembus kencang serta medannya yang susah. Ayu mengatakan evakuasi diupayakan bisa selesai hari ini. "Evakuasi diupayakan clear hari ini," katanya. Sedangkan untuk penanganan kebakarannya, lebih dulu untuk mengendalikan api yang mudah terjangkau.

    Upaya yang dilakukan untuk menangani kebakaran di Gunung Semeru saat ini masih manual. "Dan menjaga agar api tidak meluas. Kami bikin ilaran," kata Ayu.

    Seperti diberitakan, api masih membara di Blok Watu Rejeng sekitar Pos 2 dan Pos 3 Gunung Semeru, Jumat pagi, 23 Oktober 2015. Sekitar 30-an pendaki juga masih tertahan di Ranu Kumbolo. "Karena kecapaian, mereka masih di Ranu Kumbolo untuk istirahat," kata Ayu.

    Beberapa relawan Saver (relawan Semeru) saat ini berada di Ranu Kumbolo untuk menggiring dan mengarahkan pendaki turun," ujarnya. Jalur yang aman untuk turun ke Desa Ranupani adalah melewati Ayek-ayek.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.