Rio Capella Ditahan, Kuasa Hukum: Praperadilan Jalan Terus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Patrice Rio Capella (kanan), mantan Sekjen Partai Nasdem, dibawa menggunakan mobil tahanan usai diperiksa di KPK, Jakarta, 23 Oktober 2015. Rio Capella diduga menerima suap dari Istri Gatot Pujo Nugroho,  Evy Susanti melalui perantara Fransisca Insani Rahesti. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Patrice Rio Capella (kanan), mantan Sekjen Partai Nasdem, dibawa menggunakan mobil tahanan usai diperiksa di KPK, Jakarta, 23 Oktober 2015. Rio Capella diduga menerima suap dari Istri Gatot Pujo Nugroho, Evy Susanti melalui perantara Fransisca Insani Rahesti. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara politikus Patrice Rio Capella, Maqdir Ismail, mengatakan proses praperadilan atas penetapan tersangka kliennya yang ditahan KPK tak dihentikan. "Proses praperadilan akan jalan terus," katanya di kantor KPK.

    Menurut Maqdir, penetapan tersangka kliennya oleh lembaga antirasuah ini tidak sesuai dengan prosedur. "Janganlah menambahkan beban orang yang sebenarnya tidak ada," katanya pada Jumat, 23 Oktober 2015.. Sampai saat ini sidang praperadilannya belum terjadwal.

    Patrice Rio Capella menggugat penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Gugatan praperadilan itu sudah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 19 Oktober 2015.

    Kepala Hubungan Masyarakat Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Made Sutrisna membenarkan bahwa Rio telah mendaftarkan praperadilan. "Berkas masih di Ketua Pengadilan untuk penunjukan hakim," ujarnya. Gugatan itu bernomor register 100/PID.PRAP/2015/PN.JKT.SEL.

    Rio disangka menerima suap sebesar Rp 200 juta. Komisi antirasuah menduga Rio menerima suap untuk mengamankan perkara bantuan daerah, tunggakan dana bagi hasil, dan penyertaan modal sejumlah badan usaha milik daerah di Sumatera Utara.

    Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus yang menjerat Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti. Gatot dan Evy sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus yang sama. Suami-istri itu dijerat sebagai pemberi atau penyuap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara di Medan.

    LINDA TRIANITA | MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.