Kabut Asap, TNI AL Berangkatkan 2 KRI ke Riau

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persiapan jelang keberangkatan Kapal Perang KRI TNI AL untuk membantu korban asap di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 23 Oktober 2015. TEMPO/Albert Agung Bagus

    Persiapan jelang keberangkatan Kapal Perang KRI TNI AL untuk membantu korban asap di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 23 Oktober 2015. TEMPO/Albert Agung Bagus

    TEMPO.CO, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut mulai bergerak menuju lokasi kawasan darurat kabut asap di Riau. Rencananya, TNI AL memberangkatkan 2 KRI, yakni KRI BAC dan KRI TJA, menuju Riau, Jumat malam, 23 Oktober 2015.

    "Sudah ada perintah dari Mabes TNI untuk menggerakkan TNI menuju daerah bahaya asap. Rencananya, berangkat malam ini," Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Muhammad Zainuddin kepada Tempo, Jumat, 23 Oktober 2015.

    Menurut Muhammad Zainuddin, korban akan diprioritaskan untuk dievakuasi menuju Banjarmasin. Rencananya, materi persediaan dan personel yang akan diberangkatkan dari KRI BAC di antaranya:

    1. Kostrad akan membawa 61 personel yang akan dibagi untuk tim Yonkes 32 orang dan tim dapur lapangan 29 orang. Sedangakn material yang akan dibawa Kostrad di antaranya 4 unit truk berisi T2 dari Babek TNI, 1 ambulans, dan 29 dapur lapangan.

    2. Marinir akan membawa personel 45 orang dengan membawa material berupa 2 truk, 1 Ford Ranger, 19 dapur lapangan, dan 1 set alat komunikasi service selection board (SSB).

    3. Dinas kesehatan lapangan, yang terdiri atas 1 dokter dan 3 anggota tim medis.

    Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Muhammad Zainuddin mengatakan TNI memiliki cukup banyak kapal perang angkut personel yang bisa digunakan untuk misi evakuasi. Dia menegaskan bahwa kapal perang milik TNI tidak hanya digunakan untuk latihan dan bertempur, tapi juga untuk misi kemanusiaan. 

    DESTRIANITA K | BAGUS PRASETYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.