Risma Mengaku Dikriminalisasi Pengembang Pasar Turi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat berbincang dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi di ruang kerjanya, di Gedung KemenPAN-RB, Jakarta, 4 Agustus 2015. Dalam pertemuan tersebut, Risma membahas kurangnya tenaga dokter spesialis dan guru Pegawai Negeri Sipil di Surabaya. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ekspresi Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat berbincang dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi di ruang kerjanya, di Gedung KemenPAN-RB, Jakarta, 4 Agustus 2015. Dalam pertemuan tersebut, Risma membahas kurangnya tenaga dokter spesialis dan guru Pegawai Negeri Sipil di Surabaya. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengaku dirinya sedang dikriminalisasi oleh Pengembang Pasar Turi PT Gala Bumi Perkasa, Henry J. Gunawan. “Aku dilaporkan sama Henry,” tutur Risma kepada Tempo melalui sambungan telepon, Jumat, 23 Oktober 2015.

    Sayangnya tidak bisa menjelaskan secara detail terkait kasus yang menyeret namanya. Media lokal di Surabaya menulis bahwa Risma ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur terkait kasus Pasar Turi gara-gara Risma membangun tempat penampungan sementara (TPS) bagi pedagang pasar tersebut. Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) telah diterbitkan penyidik Polda Jatim.

    Sebelumnya, orang dekat Tri Rismaharini, Don Rozano mengatakan bahwa itu masalah Pasar Turi adalah persoalan lama. Bahkan pelaporan atas kasus tersebut sudah ada sejak Mei lalu. Pihak kepolisian pun telah menyelesaikan kasus ini dan tidak menetapkan Risma sebagai tersangka. “Jadi tidak ada namanya tersangka,” tutur dia.

    Risma telah mengonfirmasi kepada pihak kepolisian terkait kebenaran berita tentang penetapan tersangka terhadap dirinya.

    AVIT HIDAYAT

    Baca juga:
    Skandal Suap: Terkuak, Ini Cara Dewie Limpo Bujuk Menteri
    Dewie Limpo Terjerat Suap: Inilah 7 Fakta Mencengangkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.