Pilkada Serentak, Jusuf Kalla Minta Aparatur Sipil Netral  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jusuf Kalla. TEMPO/Subekti

    Jusuf Kalla. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta semua aparatur sipil negara netral dalam pemilihan kepala daerah yang akan digelar pada 9 Desember 2015. Menurut dia, aparatur sipil negara saat ini berbeda dengan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) 15 tahun lalu.

    "Waktu itu, Korpri harus siap menjalankan fungsi berpihak kepada partai yang menang," kata Wapres JK saat memberikan pengarahan kepada aparatur sipil di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2015.

    Menurut Wapres JK, selama ini kehidupan berdemokrasi di Indonesia berlangsung aman. Berbeda dengan pemilu di negara-negara Asia lainnya yang kerap diwarnai konflik. Jusuf Kalla bahkan mengklaim pemilu Indonesia merupakan yang terbaik di Asia.

    Jusuf Kalla juga mencontohkan pemilu di Filipina. Menurut dia, pernah ada korban jiwa hingga 200 orang saat negara itu menggelar pemilu. Begitu pun yang terjadi di Malaysia dan Thailand. Bahkan, di Thailand, pendukung pemerintah dan oposisi sampai saat ini masih terus berseteru.

    Dia mengapresiasi Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu, dan semua aparatur sipil negara yang mampu menjaga situasi kondusif ini.

    FAIZ NASHRILLAH‎

    Baca juga:
    Dewie Limpo Terjerat Suap: Inilah 7 Fakta Mencengangkan
    Skandal Suap: Terkuak, Ini Cara Dewie Limpo Bujuk Menteri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.