Banjarmasin Belum Siapkan Lokasi Evakuasi Korban Kabut Asap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor Orang utan beraktivitas di tengah kabut asap yang menyelimuti areal hutan sekolah Orang utan Yayasan Penyelamatan Orang utan Borneo (BOSF) di Arboretum Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, 5 Oktober 2015. ANTARA FOTO

    Seekor Orang utan beraktivitas di tengah kabut asap yang menyelimuti areal hutan sekolah Orang utan Yayasan Penyelamatan Orang utan Borneo (BOSF) di Arboretum Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, 5 Oktober 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Banjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin belum berencana menyediakan lokasi evakuasi bagi korban kabut asap di Kalimantan Tengah. Meski begitu, pejabat sementara Sekretaris Kota Banjarmasin Agus Surono mengatakan Pemkot siap menyediakan tempat evakuasi bagi korban kabut asap asalkan ada pembicaraan di antara pemerintah daerah. "Tapi sampai sekarang belum ada pembicaraan. Kami siap saja kalau diminta," ujar Agus kepada Tempo, Jumat, 23 Oktober 2015.

    Beredar informasi bahwa Pemkot Banjarmasin sudah menyiapkan dua lokasi penampungan korban asap asal Kalimantan Tengah. Kedua lokasi berada di Kota Banjarmasin. Namun Agus menyanggah kebenaran informasi itu dengan alasan belum ada permintaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Menurut dia, penyiapan tempat evakuasi mesti diawali pembicaraan teknis menyangkut anggaran.

    Terkait dengan sebelas korban asap yang dievakuasi oleh aktivis GAS pada Kamis lalu, Agus sudah mengunjungi keluarga mereka. Dari kunjungan ke lokasi, Agus memastikan korban berasal dari keluarga kelas menengah yang ingin menghirup udara segar di Banjarmasin. "Mereka ke sini karena ingin keluar dari asap pekat di Palangkaraya," kata Agus.

    Juru bicara Pemkot Banjarmasin, Kurnadiansyah, membenarkan ucapan Agus Surono. Menurut Kurnadiansyah, belum ada permintaan untuk menyiapkan lokasi evakuasi di Kota Banjarmasin. "Kami belum menyiapkan tempat evakuasi, belum ada informasinya," tuturnya.

    Sebaran titik panas di Kalimantan Selatan masih fluktuatif. Menurut data pada Jumat pagi, 23 Oktober 2015, satelit Terra dan Aqua menangkap sembilan titik panas di wilayah Kalimantan Selatan. Titik panas tersebar di Kabupaten Kotabaru sebanyak enam titik, Tanah Bumbu dua titik, dan Tapin satu titik panas. Jumlah ini melonjak ketimbang data pada Kamis sore, 22 Oktober, yang menangkap tiga titik panas di Kalimantan Selatan.

    Prakirawan BMKG Bandara Syamsudin Noor, Riza Arian, mengatakan sedikitnya sebaran titik panas itu tidak menggambarkan kondisi di lapangan sebenarnya. Menurut dia, wilayah Kalimantan Selatan sejatinya masuk blank spot area alias tidak ter-cover satelit Terra dan Aqua. Itu sebabnya masih banyak ditemukan kabut asap pekat di sejumlah kabupaten, seperti Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Barito Kuala, Tanah Laut, dan Banjar.

    "Kondisi (titik panas sesuai pencitraan satelit Terra dan Aqua) tidak menggambarkan kondisi sebenarnya," ucap Riza.

    Mengutip data satelit Terra dan Aqua pagi ini, tidak ditemukan titik panas di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Balangan, Tabalong, Banjar, Barito Kuala, Tanah Laut, dan Kota Banjarmasin. Namun sebaran kabut asap pekat masih menyelimuti wilayah tersebut.

    DIANANTA P. SUMEDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.