Atasi Kabut Asap, Indonesia Minta Bantuan Kanada dan Prancis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor melintasi jalan yang dipenuhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan, di Pekanbaru, Riau, 14 September 2015. Akibat kabut asap jarak pandang di Pekanbaru tidak lebih dari 100 meter pada pagi hari. ANTARA/Rony Muharrman

    Pengendara sepeda motor melintasi jalan yang dipenuhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan, di Pekanbaru, Riau, 14 September 2015. Akibat kabut asap jarak pandang di Pekanbaru tidak lebih dari 100 meter pada pagi hari. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Padang - Pemerintah kembali meminta bantuan negara lain seperti Kanada dan Prancis untuk menangani masalah kabut asap di sejumlah daerah.

    "Saat ini kita sedang berbicara dengan Kanada dan Prancis," ujar Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi di sela-sela Council of Ministers Meeting IORA di Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat, 23 Oktober 2015.

    Reno mengaku sudah berkomunikasi dengan Duta Besar Kanada di Indonesia dan Duta Besar Indonesia di Ottawa tentang kemungkinan Kanada membantu penanganan kabut asap. Salah satunya dengan mengirim pesawat jenis bombardier.

    "Prosesnya sudah jalan. Tapi kembali kita confirm permintaan ini ke mereka," kata Retno.

    Pemerintah, kata Retno, juga menghubungi Prancis. Sebab, negara itu memiliki pesawat dengan tipe yang sama atau jenis bombardier. Retno mengatakan sudah ada negara yang ikut membantu penanganan kabut asap dengan memadamkan api di kawasan hutan dan lahan. Di antaranya Singapura, Malaysia, Australia, dan Rusia, yang sudah mengoperasikan pesawat B200.

    "Singapura, Malaysia, dan Australia sudah menarik diri. Australia juga sedang menghadapi kebakaran hutan," tutur Retno seraya memastikan bantuan negara-negara asing sangat membantu operasi pemadaman api.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mengatakan penanganan tak hanya dilakukan terhadap warga yang terkena dampak, tapi juga sumber asap. Upaya pemadaman di lokasi titik api terus dilakukan dengan menambah alokasi 15 pesawat pengebom air yang akan disewa dari sejumlah negara, seperti Australia, Amerika, Rusia, dan Kanada. “Sepuluh unit pesawat akan tiba minggu ini,” ucapnya.

    Selain tawaran sewa alat, menurut Luhut, pemerintah saat ini membuka lebar penawaran bantuan dari negara mana pun. “Mana saja yang akan menawarkan silakan.”

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.