Izin ke Toilet, Siswa Dipukul Guru hingga Pingsan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak (childline.gi)

    Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak (childline.gi)

    TEMPO.CO, Kupang - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak kembali terjadi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kali ini, seorang murid Sekolah Dasar Inpres Naimata, Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Jumat, 23 Oktober 2015, diduga dianiaya guru-nya, Katzie Kadja, hingga pingsan dan harus dirawat di Rumah Sakit Bayangkara, Kupang.

    "Saya hanya minta izin untuk buang air kecil ke toilet," kata bocah laki-laki itu saat ditemui wartawan di rumah sakit. Dia mengaku dipukul sebanyak tiga kali di bagian kepala hingga tersandar di tembok kemudian pingsan. "Saya tidak tahu lagi karena langsung pingsan."

    Orang tua siswa itu, Krispina Nule, menyatakan baru mengetahui anaknya pingsan di sekolah karena dipukul guru dari keluarganya. "Saya ke sekolah, ternyata anak saya sudah dibawa ke rumah sakit," ucapnya.

    Dia mengaku akan berbicara dengan keluarga untuk mengambil sikap atas aksi kekerasan yang diduga dilakukan guru honorer tersebut.

    Kepala SDI Naimata A. Fora membantah guru honorer itu memukul muridnya sebanyak tiga kali. Sebab, berdasarkan pengakuan guru itu, dia hanya memukul satu kali di bagian kepala. "Pukul hanya satu kali, bukan tiga kali. Anak itu juga sedang sakit," tuturnya.

    Fora mengaku telah meminta keluarga korban menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan. Bahkan dia meminta guru tersebut menanggung seluruh biaya pengobatan sang murid selama di RS. "Kami minta agar masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan," katanya.

    YOHANES SEO

    Baca juga:
    Dewie Limpo Terjerat Suap: Inilah 7 Fakta Mencengangkan
    Skandal Suap: Terkuak, Ini Cara Dewie Limpo Bujuk Menteri

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.