Dipukul Siswa, Guru Mogok, Sekolah Lumpuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi pemukulan. tbo.com

    ilustrasi pemukulan. tbo.com

    TEMPO.CO, Bima - Seluruh Guru SMA Negeri 1 Belo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 22 Oktober 2015, melakukan aksi mogok sebagai solidaritas terhadap rekan seprofesi, Muhamad, yang menjadi korban pemukulan oleh seorang siswa, Abdulah.

    Akibat aksi mogok para guru itu, kegiatan belajar dan mengajar di SMA Negeri 1 Belo lumpuh. Siswa pun dipulangkan lebih awal guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan. “Kami menolak mengajar sebelum kasus itu diselesaikan dan siswa pemukul guru diberikan sanksi setimpal,” kata seorang guru.

    Pemukulan terhadap Muhamad terjadi Rabu kemarin, 21 Oktober 2015. Saat itu, Muhamad bermaksud melerai Abdulah yang terlibat perkelahian dengan siswa lainnya. Namun, Abdulah justru memukul Muhamad. “Aksi mogok kami lakukan sebagai reaksi terhadap sikap kasar siswa itu,” ujar guru yang tak bersedia ditulis namanya itu.

    Tak hanya guru yang bereaksi dengan cara melakukan mogok belajar. Puluhan siswa juga berdemonstrasi di halaman sekolah. Mereka menuntut agar Abdulah dipecat sebagai siswa SMA Negeri 1 Belo. Siswa yang berkelahi dengan Abdulah juga dijatuhi sanksi serupa.

    Dalam aksi demonstrasi itu, para siswa membawa sejumlah poster, di antaranya berisi penolakan mereka terhadap tawuran dan segala bentuk tindak kekerasan oleh siswa. Akibat pemukulan itu, guru mogok. Ini membuat para siswa rugi tidak mendapatkan haknya untuk belajar dengan baik dan aman. “Siswa yang melakukan tindakan kekerasan harus dikeluarkan dari sekolah.” Begitu tulisan yang tertera dalam salah satu poster.

    Menyikapi aksi mogok para guru dan demonstrasi siswa, para pejabat di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan dan Olahraga Kecamatan Belo menggelar pertemuan dengan pemimpin sekolah.

    Dari pertemuan itu, diputuskan Abdulah yang memukul guru dikeluarkan dari sekolah dan dikembalikan kepada orang tuanya. Sedangkan, kasus pemukulan diselesaikan secara kekeluargaan di dalam sekolah.

    Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Bima, Amirudin, sudah mengetahui peristiwa pemukulan guru oleh murid. Namun, dia belum mendapat laporan resmi kronologi kejadiannya.

    Amirudin mengatakan sudah meminta UPTD Dinas Pendidikan dan Olahraga Kecamatan Belo mengumpulkan informasi secara utuh dan segera melaporkan kepadanya. “Kalau memang benar ada guru yang dipukul siswa, kami sangat menyesalkan.”

    AKHYAR M NUR

    Baca juga:
    Dewie Limpo Terjerat Suap: Inilah 7 Fakta Mencengangkan
    Skandal Suap: Terkuak, Ini Cara Dewie Limpo Bujuk Menteri

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.