Warga Desa Ini Terserang ISPA Gara-gara Peternakan Ayam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi peternakan ayam/ayam petelur. TEMPO/Fahmi Ali

    Ilustrasi peternakan ayam/ayam petelur. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Sedikitnya 121 warga di Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, Jawa Barat terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) lantaran menghirup kotoran ayam dari perusahaan multinasional, PT QL Agrofood. "Setelah diperiksa sebagian besar anak-anak dan lansia terserang, penyakit ISPA" kata aktivis Peduli Lingkungan Cianjur, Gilang Arvasendra saat mengadu ke kantor Kontras Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2015.

    Gilang menjelaskan pada Jumat, 25 September lalu Dinas Kesehatan Cianjur menemukan ratusan warga terserang ISPA. Sebagian dari mereka sudah dalam keadaan parah hingga harus mendapatkan perawatan intensif.

    Menurut Gilang, hal ini dampak dari pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT QL Agrofood. Perusahaan peternakan ayam tersebut diduga tak mengantongi izin dampak lingkungan. Pasalnya perusahaan berdiri tepat di atas sungai Citarum, Jawa Barat. Limbah pabrik setiap hari dibuang di sungai tersebut.

    Bau tak sedap setiap hari menyeruak mengganggu aktivitas warga sejak tiga tahun lalu. Padahal tak jauh dari pabrik ada pemukiman warga dan sentra kuliner pedagang cincau. "Kami sudah mengadu ke bupati, tapi tak ditanggapi," kata Gilang.

    Iskandar, 56 tahun, pedagang terdampak mengaku bahwa aktivitas perusahaan telah mengganggu warga. Bahkan pendapatannya sebagai penjual es cincau berkurang dan terus merugi. Padahal di kawasan tersebut adalah sentra kuliner es cincau asli Cianjur. "Pengunjung enggan membeli karena bau kotoran ayam sangat menyengat," kata dia.

    Karena itu, dibantu oleh aktivis mahasiswa peduli lingkungan dan Kontras Jakarta mereka meminta bantuan agar pemerintah setempat meninjau perizinan perusahaan tersebut. Badan lingkungan hidup setempat pun telah melakukan sidak namun penyelidikan terkesan lamban karena diduga dibekingi satuhdi antara pejabat daerah.

    Divisi Hak Ekonomi Sosial Kontras, Ananto Setiawan mengaku akan menggugat perusahaan peternakan ayam tersebut. Menurutnya, perusahaan telah merugikan masyarakat dan mendemari lingkungan. "Perusahaan wajib menyediakan penjaminan pemulihan lingkungan," kata dia.

    Dikonfirmasi, PT QL Agrofood belum memberikan respons. Nomor telepon perusahaan tidak aktif.

    AVIT HIDAYAT

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.