HEROIK: Kalung Dijambret, Perempuan Ini Nekat Tangkap Pelaku  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi begal motor. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Ilustrasi begal motor. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.COCirebon - Maksud hati memiliki kalung emas, Suwadi harus tewas mengenaskan. Ia tewas setelah warga beramai-ramai membakarnya.

    Kejadian bermula saat Casmi, 32 tahun, warga RT 05 RW 02 Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, pulang dari pasar untuk kembali ke rumahnya pada Kamis, 22 Oktober 2015, sekitar pukul 11.00 WIB. Menggunakan sepeda motor Mio berwarna hitam dan merah, tanpa curiga Casmi melaju dengan kecepatan sedang di ruas jalan Cirebon-Indramayu tersebut.

    Namun Casmi kaget saat tiba-tiba dari belakang melaju motor dengan kecepatan tinggi. Motor tanpa nomor polisi itu pun menghadang motor Casmi. Secepat kilat tangan sang pengendara bergerak ke leher Casmi. Sekali tarik, kalung emas itu pun dengan cepat berpindah tangan ke tangan sang penjambret.

    Walau sempat kaget, Casmi tak tinggal diam. Casmi mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi menyusul sang penjambret. Ia bahkan meneriakkan kata "maling" berulang-ulang kepada penjambret yang ada di depannya. Nasib nahas rupanya dialami penjambret. Saat hendak berbelok dari jalan besar menuju jalan kecil, tepatnya masuk ke Desa Grogol, Kecamatan Kapetakan, sang penjambret terjatuh dari sepeda motornya.

    Warga yang mendengar teriakan Casmi membabi buta ikut memukuli penjambret. Tak jelas siapa yang menyiramkan bahan bakar ke tubuh penjambret, tapi tak lama kemudian tubuh penjambret pun sudah terbakar. Tubuh penjambret yang kemudian diketahui bernama Suwadi, 30 tahun, warga Desa Kertasura, Kecamatan Kapetakan, tersebut hangus terbakar. Sekalipun sempat dibawa ke rumah sakit, tapi ternyata Suwadi telah tewas di lokasi kejadian.

    Raharjo, seorang saksi warga Desa Grogol, mengaku tidak tahu secara persis kejadian terbakarnya penjambret tersebut. “Tiba-tiba saja ada yang menyiram, entah bensin atau solar, terus dibakar,” katanya.

    Wakapolres Cirebon Kota Komisaris Sharly Sollu, saat berada di tempat kejadian perkara enggan berkomentar banyak tentang kasus tersebut. “Masih dilakukan penyelidikan. Nanti tunggu kapolres saja,” katanya.

    Sementara Kapolres Cirebon Kota Ajun Komisaris Besar Eko Sulistyo Basuki dikabarkan berada di Bandung. Status siaga satu sebenarnya ditetapkan di daerah Kapetakan dan sejumlah desa lainnya karena pada Ahad, 25 Oktober mendatang, akan digelar pemilihan kuwu serentak di 124 desa di Kabupaten Cirebon, sehingga saat ini sebenarnya merupakan masa tenang di desa-desa tersebut.

    IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.