Bandung Akan Bangun Kereta Gantung dari Dago ke Cihampelas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta gantung di kota La Paz, Bolivia. REUTERS/ABI/Bolivian Presidency/Handout

    Kereta gantung di kota La Paz, Bolivia. REUTERS/ABI/Bolivian Presidency/Handout

    TEMPO.CO, Bandung - Pemerintah Kota Bandung akan memulai pembangunan kereta gantung atau cable car mulai November depan. Proyek senilai 8 juta Euro ini baru sekadar purwarupa dengan dua stasiun, Dago dan Cihampelas, dan dikerjakan oleh PT Aditya Dharmaputra Persada Development.

    "Bulan depan sudah bisa groundbreaking," kata Sandjaya Susilo, CEO PT Aditya Dharmaputra Persada Development setelah bertemu dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Kamis, 22 Oktober 2015.

    Sandjaya mengatakan teknologi prototipe cable car sepanjang 850 meter ini didukung oleh perusahaan asal Austria, Doppelmayer. Perusahaan yang berfokus dalam bidang cable car berusia 175 tahun ini punya segudang pengalaman membangun proyek-proyek kereta gantung di seluruh dunia. "Di dunia, market share-nya 75 persen dengan 14.500 instalasi," ucapnya.

    Perjalanan dari Stasiun Dago sampai Stasiun Cihampelas bisa ditempuh dalam waktu 3 menit melintasi lembah Siliwangi. Dalam proyek purwarupa ini, sekitar 60 kabin, yang mampu mengangkut 2.400 orang per jam, akan menggantung.

    Karena jaraknya pendek, hanya ada satu tower penyangga di tengah-tengah jalur. Penyangga yang berbentuk latice tower tersebut akan berdiri di jalan Plesiran di atas lembah Siliwangi. "Tinggi dari jalanan sekitar 20 meter. Di atas lembah bisa bisa 60 meter, " tuturnya.

    Sandjaya mengatakan banyak hambatan dalam mewujudkan sarana transportasi cable car, salah satunya adalah payung hukum. "Dipastikan, sudah ada payung hukumnya berupa peraturan wali kota dengan cable car sebagai project prototipe. Aturannya sudah bisa ditandatangani oleh pak wali," ucapnya.

    Prototipe ini nantinya akan menjadi contoh untuk proyek cable car tahap 1 dari Stasiun Bandung hingga ke Ledeng. " Ini awalnya masih wisata, tapi dalam waktu singkat kalau sukses ini akan disambung dari stasiun kereta api terus ke atas lewat Cicendoi, Cihampelas, Sukajadi, PVJ sampai Ledeng," ujarnya.

    Di tempat yang sama, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang cable car sudah dibuat. Menurut dia, proyek ujicoba memungkinkan untuk prototipe dibuat tanpa melalui sistem lelang.

    "Itu hanya mengetes sistem siapapun boleh tanpa lelang. Mesin parkir pasang dulu kemudian dites. Kalau yakin baru lelangkan," ucapnya.

    Dengan proyek purwarupa ini, PT Aditya tidak serta merta menjadi pemenang lelang proyek lanjutan cable car. Sisa 41 kilometer untuk dua tahap akan tetap dilelangkan kembali pada 2016.

    "Kalau nanti PT Aditya yang menang lelang, boleh melanjutkan. Kalau tidak apakah nanti ini (prototipe) dijual ke pemenang lelang atau tidak kita lihat mekanismenya," ujarnya.

    Soal tiket, Ridwan Kamil berharap agar bisa dibeli oleh masyarakat setara dengan ongkos angkutan kota (angkot). "Harus semurah-murahnya," katanya.



    PUTRA PRIMA PERDANA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.