Evakuasi Korban Kabut Asap Akan Gunakan Kapal Perang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa Sekolah Dasar membawa sejumlah poster saat aksi penggalangan dana untuk korban bencana kabut asap bersama relawan  Yayasan Dana Sosial al-Falah (YDSF) di depan stasiun Kota Malang, Jawa Timur, 16 Oktober 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Sejumlah siswa Sekolah Dasar membawa sejumlah poster saat aksi penggalangan dana untuk korban bencana kabut asap bersama relawan Yayasan Dana Sosial al-Falah (YDSF) di depan stasiun Kota Malang, Jawa Timur, 16 Oktober 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan evakuasi korban bencana kabut asap. Anak-anak menjadi prioritas utama evakuasi.

    Luhut mencontohkan Kalimantan, saat ini daerah yang dianggap masih memiliki kadar Indeks Standar Pencemaran Udara rendah adalah Banjarmasin. "Di sana udaranya lebih baik. Kalau masih parah, kita pertimbangkan kapal perang dan kapal Pelni untuk mereka sementara tinggal di situ sampai keadaan membaik," kata Luhut usai melakukan koferensi pers di Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Kamis 22 Oktober 2015. Rencana evakuasi masih menunggu standar kualitas udara dari menteri kesehatan.

    Bukannya mereda, bencana kabut asap yang terjadi di Kalimantan dan Sumatera semakin hari justru memburuk. Satelit Terra dan Aqua memantau titik panas sebanyak 656 tersebar di Sumatera hari ini. Jumlah tersebut meningkat dibanding hari sebelumnya sebesar 633 titik.

    Bahkan kemarin, seorang anak bernama Ramadhani Lutfi Aeril di Pekanbaru meninggal diduga karena terlalu banyak menghirup asap. Siswa SD berusia sembilan tahun tersebut menghembuskan nafas terakhir setelah sempat dirawat di rumah sakit.

    Selain penanganan terhadap para warga yang terpapar asap, Luhut mengatakan bahwa pemadaman juga terus dilakukan. Saat ini pemerintah sedang mengalokasikan 15 pesawat tambahan. Pesawat itu disewa dari berbagai negara seperti Australia, Amerika, Rusia, serta Kanada. Rencananya, 10 unit pesawat akan tiba minggu ini.

    Adapun sisanya baru sampai pada pekan selanjutnya. Tak cuma sewa, Lubut  mengaku saat ini pemerintah membuka lebar penawaran bantuan dari negara manapun. "Mana saja yang akan menawarkan silakan."

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.