Ratu Denmark Margrethe II Tahu Batik dari Ibunya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Ratu Denmark Margrethe II di Istana Merdeka, Jakarta, 22 Oktober 2015. ANTARA/Widodo S Jusuf

    Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Ratu Denmark Margrethe II di Istana Merdeka, Jakarta, 22 Oktober 2015. ANTARA/Widodo S Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kenegaraan Ratu Denmark Margrethe II, dan suaminya, Pangeran Henrik, di Istana Merdeka, Jakarta, tadi siang. Menurut Jokowi, salah satu yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah proses pembuatan batik.

    "Tadi kita banyak bicara batik karena beliau memang senang sekali terhadap batik dan lukisan," kata Jokowi di Istana Merdeka, Kamis, 22 Oktober 2015.

    Kenapa Ratu Margrethe II tertarik dengan batik? Dalam wawancara dengan Tempo dan tiga jurnalis dari media lainnya dua pekan lalu, Ratu Margrethe II mengaku pertama kali melihat batik sejak tiga dekade lalu, setelah ibunya, Ratu Inggrid, pulang dari Bali. Ratu Margrethe II masih ingat betul cerita ibunya saat berkunjung ke Bali.

    ”Ibu saya pulang membawa sejumlah batik dari sana,” kata Ratu Margrethe di Istana Fredensborg, sebelah utara Kopenhagen, Denmark. Menurut Ratu Margrethe II, ia sangat menikmati batik-batik yang dibawa pulang oleh ibunya.

    Itu sebabnya, ia tertarik berkunjung ke pusat kerajinan batik di Yogyakarta. “Di sana saya bisa melihat langsung proses pembuatan batik,” kata Ratu Margrethe II. Perempuan 75 tahun ini mengaku gemar karya seni.

    Dalam pertemuan tadi siang di Istana Merdeka, ia sempat menanyakan kepada Jokowi durasi pembuatan batik lereng. "Saya bilang untuk motif lereng ini sampai enam bulan, yang motif lain kombinasi lereng dan motif lain mencapai empat bulan," kata Jokowi.

    Sejak dikukuhkan menjadi Ratu Denmark pada 1972, kunjungan kenegaraan ke Indonesia ini merupakan yang pertama bagi Ratu Margrethe II. Kunjungan kenegaraan ini juga yang pertama selama 65 tahun hubungan bilateral kedua negara. Kedua negara sepakat menandatangani nota kesepahaman di empat sektor, yakni energi, maritim, pendidikan, dan transportasi.

    YA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.