Kabut Asap di Ternate Mulai Ganggu Aktivitas Penerbangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara. TEMPO/ Bernard Chaniago

    Bandara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara. TEMPO/ Bernard Chaniago

    TEMPO.CO, Ternate - Kabut asap yang menyelimuti Maluku Utara mulai menganggu aktivitas penerbangan dari dan ke Ternate. Sejumlah jadwal penerbangan seperti Sriwijaya Air dan Garuda Air terpaksa ditunda lantaraan jarak pandang yang terbatas.

    General Meneger Sriwijaya Air Cabang Ternate, Ahmad Yani Anwar  mengatakan, sejak kabut asap menyelimuti Maluku Utara, sudah empat jadwal penerbangan yang mengalami perubahan. Bahkan penerbangan dari Jakarta-Ternate dan Makasar-Ternate terpaksa diahlikan menuju Manado Sulawesi Utara.

    "Langkah ini kami lakukan lantaran jarak pandang di Ternate tidak aman untuk penerbangan dan bisa mengancam keselamatan penumpang. Karena itulah beberapa rute penerbangan sementara kami ahlikan ke Manado," kata Yani kepada Tempo Kamis 22 Oktober 2015.

    Menurut Yani, pihaknya akan kembali menerbangkan penumpang  setelah mendapatkan laporan cuaca sudah aman untuk penerbangan. Selama jarak pandang masih terbatas pihaknya masih akan menunda jadwal dari dan ke Ternate.

    "Kami tidak ingin mengambil risiko. Kalau jarak pandang sudah aman barulah kami terbangkan kembali. Tapi yang pasti hingga hari ini belum ada jadwal penerbangan yang kami batalkan," ujar Yani.

    Sulimin, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ternate, mengatakan, dari data yang tercatat, jarak pandang di Ternate terutama Bandara Babullah berkisar antara 2.500– 3.000 meter. Hingga siang hari dan pada sore hari jarak pandang akan mencapai 3.000 – 4.000 meter. Secara keseluruhan cuaca di Maluku Utara berawan dengan suhu 24-30 derajat Celsius dengan kecepatan angin mencapai 27 kilometer/jam mengarah Selatan.

    "Karenanya kami mengimbau untuk aktivitas penerbangan dan pelayaran di Maluku Utara untuk berhati-hati. Apalagi jarak pandang di Maluku Utara mulai terbatas," tutur Sulimin.

    BUDHY NURGIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.