Tim Gabungan Kembali Evakuasi 23 Pendaki dari Gunung Lawu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kebakaran di Gunung Lawu dilihat dari kawasan Perkebunan Teh Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, 25 Agustus 2015. ANTARA/Maulana Surya

    Kebakaran di Gunung Lawu dilihat dari kawasan Perkebunan Teh Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, 25 Agustus 2015. ANTARA/Maulana Surya

    TEMPO.CO, Magetan - Petugas gabungan dari kepolisian, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, Badan Search and Rescue Nasional, Perum Perhutani, serta warga kembali mengevakuasi 14 pendaki dari Lereng Gunung Lawu, Rabu siang, 21 Oktober 2015.

    "Para pendaki kami evakuasi melalui jalur Candi Cetho, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah," kata Kepala Kepolisian Resor Magetan, Jawa Timur, Ajun Komisaris Besar Johanson Ronald Simamora, Rabu, 21 Oktober 2015.

    Setelah berhasil dievakuasi, Johanson melanjutkan, para pendaki tersebut dibawa ke Pos Cemoro Kandang untuk menjalani perawatan. Sebagian di antara mereka diberi vitamin dan oksigen lantaran kelelahan setelah berada di puncak selama lima hari sejak Sabtu pekan lalu.

    Para pendaki yang naik gunung untuk melakukan ritual pada bulan Muharam di Hargo Dalem, salah satu puncak Lawu, mayoritas berasal dari Jawa Tengah. Selain pendaki, Johanson mengatakan, petugas gabungan juga mengevakuasi tujuh orang dewasa dan dua balita melalui Cemoro Sewu. Mereka merupakan keluarga Syamsudin, warga Kecamatan Plaosan, Magetan, salah satu pemilik warung makanan di sekitar Pos V.

    "Hampir semua pendaki dan warga yang masih berada di atas sudah diturunkan semua," ucap Johanson kepada Tempo.

    Sebanyak 14 pendaki dan 9 warga yang baru diturunkan itu selamat dari kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu pada Ahad lalu. Sebab, tempat mereka melakukan aktivitas jauh dari lokasi kejadian, tepatnya di jalur pendakian antara Pos III dan IV. Peristiwa yang terjadi saat itu mengakibatkan tujuh pendaki tewas terpanggang dan dua lainnya mengalami luka bakar serius.

    Staf Humas Perum Perhutani KPH Lawu dan Sekitarnya, Eko Susanto, menambahkan, enam dari korban tewas telah berhasil diidentifikasi. Jenazah korban telah dikirim dari Rumah Sakit Umum Daerah dr Sayidiman, Magetan, ke rumah duka di Kabupaten Ngawi dan Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2015.

    Sedangkan satu jenazah lainnya masih berada di RSUD dr Sayidiman karena belum dapat dipastikan identitasnya. Untuk proses identifikasi, tim Disaster Victim Identification Kepolisian Daerah Jawa Timur perlu melakukan tes DNA. "Korban tewas kami beri santunan dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga," ujar Eko.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.