Kabut Asap, Pekanbaru Buka Posko Evakuasi Bayi dan Balita

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak bermain mobil-mobilan tanpa mengenakan masker di tengah kabut asap di alun-alun Komplek Stadion Utama Riau, Pekanbaru, 18 Oktober 2015. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan kabut asap di sejumlah daerah di Provinsi Riau kembali menebal. TEMPO/Riyan Nofitra

    Anak-anak bermain mobil-mobilan tanpa mengenakan masker di tengah kabut asap di alun-alun Komplek Stadion Utama Riau, Pekanbaru, 18 Oktober 2015. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan kabut asap di sejumlah daerah di Provinsi Riau kembali menebal. TEMPO/Riyan Nofitra

    TEMPO.CO, Jakarta - Mulai hari ini, Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, membuka posko evakuasi bayi dan balita di tiga Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), seiring memburuknya kualitas udara setempat hingga level berbahaya.

    "Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, mengintruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah membuka posko evakuasi bayi dan balita di Puskesmas rawat Inap Sidomulyo, Puskesmas Rumbai, dan Puskesmas Tenayan Raya," ujar Kepala BPBD Damkar Pekanbaru, Burhan Gurning, di Pekanbaru, Rabu, 21 Oktober 2015.

    Perintah ini, menurut Gurning, diterimanya Selasa sore, 20 Oktober 2015 mengingat Indeks Standard Pencemaran Udara (ISPU) Pekanbaru sudah berada di level berbahaya selama tiga hari berturut-turut.

    Gurning, yang juga Kepala Tim Satkorlak Penaggulangan Bencana Kabut Asap Kota Pekanbaru, menerangkan kemaren sore pihaknya melakukan rapat evaluasi dengan semua satuan kerja terkait, seperti Diskes, BLH BPBD Damkar.

    Hasilnya, lanjut dia, menyikapi kondisi kabut asap yang kembali meningkat naik ke level berbahaya, Pemerintah Kota Pekanbaru pun kembali mengaktifkan posko evakuasi bayi dan balita.

    "Hanya saja posko evakuasi bagian dua ini tidak lagi dipusatkan di Aula Lantai III Kantor Walikota, akan tetapi dialihkan ke tiga Puskesmas yang terpisah di wilayah Kota Pekanbaru," ujar Gurning.

    Dibukanya di Puskesmas, menurut analisa Gurning, agar lebih memaksimalkan pelayanan dan langsung ke sumber evakuasi. Bisa lebih dekat menyasar bayi dan balita dari keluarga kurang mampu.

    Gurning menambahkan saat ini ketiga Puskesmas sudah dipersiapkan dengan baik dan dilengkapi fasilitas ranjang bayi, air purifire atau pembersih udara, serta fasilitas lainnya, termasuk logistik yang diperlukan, seperti popok dan susu bayi.

    "Pelayanan dan fasilitas yang kami siapkan di posko evakuasi Puskesmas sama dengan fasilitas dan pelayanan yang pernah kami berikan saat di posko evakuasi bayi lantai III Kantor Walikota sebelumnya," tutur Gurning.

    Gurning menambahkan Posko juga akan menyediakan makanan dan nutrisi bayi serta kebutuhan konsumsi para ibu. Petugas jaga dan para medis disiagakan 24 jam.

    Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, yang saat ini berada di Jakarta, guna mengikuti acara di Istana Negara, menjelaskan bahwa pembukaan posko evakuasi bayi dan balita ini memang sengaja di tiga puskesmas berbeda agar mudah dijangkau oleh masyarakat yang memerlukan bantuan evakuasi.

    "Posko evakuasi balita memang kami siapkan di tiga puskesmas tersebut, tetapi 17 Puskesmas dan 31 Pustu tetap dalam kondisi siaga melayani masyarakat yang terpapar kabut asap, dan pelayanan yang diberikan di semua puskesmas tersebut adalah gratis," tandasnya.

    Berbicara teknis evakuasi, Wako menambahkan, akan bekerjasama dengan Lurah dan Camat setempat.

    "Bagi keluarga bayi dari keluarga miskin yang ingin dievakuasi cukup melapor ke Puskesmas atau Pustu terdekat, selanjutnya petugas akan menjemput atau mengantar ke Posko evakuasi dengan menggunakan mobil ambulance puskesmas atau mobil tim Satkorlak yang memang sudah dipersiapkan," bebernya.

    Data ISPU yang diterbitkan Badan Lingkungan Hidup Pekanbaru, kualitas udara pada Rabu pagi pukul 07.00 WIB pada tiga titik papan ISPU seperti di Kulim 402 Psi, Sukajadi 393,87 Psi dan Tampan 546,54 Psi dengan jarak pandang di kota 200 meter.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.