Ridwan Kamil Garap Monorel di Bandung Tahun Depan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah kereta gantung monorel yang dibuat untuk World fairs New York, 1964. Monorel tersebut adalah monorel gantung pertama yang dibangun di dunia. (Mondadori Portfolio/Getty Images)

    Sebuah kereta gantung monorel yang dibuat untuk World fairs New York, 1964. Monorel tersebut adalah monorel gantung pertama yang dibangun di dunia. (Mondadori Portfolio/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kota Bandung bersiap memulai proyek-proyek pembangunan infrastruktur skala raksasa. Salah satunya monorel.

    "Tahun depan temanya tahun inovasi, tahun hal yang konstruksinya besar," kata Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Rabu, 21 Oktober 2015.

    Ridwan Kamil menambahkan, pada awal 2016, akan dibangun purwarupa monorel. Monorel ini hanya menghubungkan Stasiun Bandung dengan Alun-alun. "Prototipenya dari mulai stasiun KA sampai alun-alun, sehingga orang Jakarta bisa nyobain naik kereta ke Bandung langsung ke alun-alun," ucapnya.

    Ridwan Kamil belum tahu total dana yang akan dikeluarkan. Yang jelas, kata dia, teknologi yang akan digunakan dalam purwarupa ini adalah model metro kapsul. "Prototipe pakai teknologi metro kapsul dan sedang diproses," katanya.

    Selain monorel, beberapa proyek besar lain yang akan dibangun adalah renovasi lapangan Tegalega, underpass di Cibiru, revitalisasi Babakan Siliwangi, dan percepatan pembangunan apartemen rakyat. "Percepatan apartemen rakyat dengan anggaran sendiri," ujarnya.

    Pemerintah Kota Bandung berencana membangun monorel yang membentang di lima koridor. Proyek ini diperkirakan akan menelan investasi sekitar Rp 18 triliun. Lima koridor yang akan dilewati monorel adalah Gedebage-Tanjungsari (Bandung-Sumedang), Gedebage-Soreang (Bandung-Kabupaten Bandung), Gedebage-Cimahi (Bandung-Cimahi), Gedebage-Dago, dan Gedebage-Majalaya (Bandung-Kabupaten Bandung). Koridor pertama yang akan dibangun adalah koridor Gedebage-Tanjungsari, sepanjang 28 kilometer dengan 11 stasiun.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.