Riau Percepat Pembuatan Kanal Cegah Kebakaran Hutan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga tetap melaksanakan aktivitas olahraga di kompleks stadion utama Riau, meski kabut asap pekat kembali menyelimuti daerah Pekanbaru, 18 Oktober 2015. Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan membuat kualitas udara di Pekanbaru memburuk. TEMPO/Riyan Nofitra

    Warga tetap melaksanakan aktivitas olahraga di kompleks stadion utama Riau, meski kabut asap pekat kembali menyelimuti daerah Pekanbaru, 18 Oktober 2015. Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan membuat kualitas udara di Pekanbaru memburuk. TEMPO/Riyan Nofitra

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Pemerintah Riau mempercepat pembuatan sekat kanal di hutan gambut yang rentan kebakaran. Sekat kanal dinilai ampuh mencegah kebakaran lahan sesuai telah diperintahkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

    "Sekat kanal yang digagas Presiden Joko Widodo di Kepulauan Meranti sangat efektif mencegah kebakaran lahan," kata Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Rabu, 21 Oktober 2015.

    Menurut Arsyadjuliandi, pemerintah Riau mewajibkan seluruh perusahaan yang bergerak di bidang hutan tanam industri maupun perkebunan membangun sekat kanal di area konsesinya.

    Ini untuk menjaga kadar air di wilayah gambut tetap memadai sehingga lahan tetap basah. Sejauh ini kata dia, pihak perusahaan sudah membangun 2.274 sekat kanal. "Perusahaan bersinergi untuk membangun sekat-sekat kanal di konsesinya sendiri," ujarnya.

    Andi juga menekankan kepada pihak perusahaan agar memenuhi kriteria standar pencegahan kebakaran lahan mulai dari peralatan hingga pembinaan terhadap masyarakat sekitar konsesi.

    Sedangkan di area perkebunan milik masyarakat, pemerintah sedang mengerjakan pembangunan sekat kanal sebanyak 80 perkebunan. Ini tersebar di wilayah rentan kebakaran lahan seperti Meranti, Bengkalis, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan Pelalawan. "Pembangunan sekat kanal sudah terlaksana dan sedang berjalan," katanya.

    Andi mengklaim jika pemerintah Riau telah berhasil menekan titik api di daerahnya pada tahun ini. Rencana aksi pencegahan kebakaran hutan dan lahan begitu juga teknologi monitoring sangat membantu memantau titik api.

    Menurut Andi, ini membantu dilakukannya proses  pencegahan lebih dini. Namun, Andi melanjutkan, pemerintah Riau kesulitan dalam mencegah kabut asap.

    Ini karena kawasan Riau mendapat kiriman asap dari Sumatera Selatan dan Jambi. Tiupan angin dari selatan ke utara membuat asap sisa kebakaran hutan dan lahan di kedua derah itu terkirim ke Riau. "Kalau masalah asap kita tidak bisa berubat banyak, karena tergantung arah angin," ujarnya.

    Menurut Andi, pencegahan kebakaran hutan dan lahan belum sepenuhnya mampu mengatasi bencana tahunan ini. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sedang membahas sebelas pedoman dalam program pencegahan kebakaran hutan di Indonesia.

    Andi berharap sebelas pedoman yang saat ini disusun kementerian dapat menutupi kekurangan program rencana aksi pencegahan kebakaran hutan di Riau.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?