PMII Bandung Aksi Protes Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ulang Tahun PMII

    Ulang Tahun PMII

    TEMPO.CO, Bandung - Ratusan Mahasiswa dari berbagai universitas yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melakukan aksi di depan Gedung Sate Bandung, Rabu, 21 Oktober 2015. PMII melakukan aksi protes terhadap pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Mereka menagih janji yang diucapkan oleh Jokowi dan Jusuf Kala yang dianggap telah ingkar.

    "Kami anggap Jokowi-JK itu gagal memimpin Indonesia. Terbukti hutang Indonesia malah bertambah besar, kebebasan beragama seperti terkekang contohnya saja pembakaran gereja dan lainnya itu sudah membuktikan bahwa Jokowi tidak mampu mempersatukan rakyat Indonesia, " ujar Junen Hudaya, koordinator Aksi PMII cabang Bandung.

    Beberapa tuntutan lain juga ikut disuarakan dalam aksi tersebut, di antaranya permintaan untuk menghentikan kontrak freeport, hukuman berat bagi pelaku kejahatan sexsual terhadap anak, dan pencabutan izin perusahaan pembakar hutan. Menurut mereka Jokowi-JK telah gagal melaksanakan Nawa Cita, program yang mereka janjikan ketika mencalonkan sebagai presiden dan wakil presiden.

    "Nawacita kini menjadi duka cita Indonesia," katanya. "Pinjam uang keluar negeri demi kesejahteraan rakyat, nyatanya rakyat juga yang harus menanggung hutangnya. Atau kasus pelanggaran HAM yang tidak diselesaikan, mana janji mereka ketika merayu rakyat."

    Ratusan mahasiswa ini tidak hanya membawa atribut berupa bendera dan berbagai tulisan bernada kecaman, namun mencoba menembus barikade keamanan di depan gerbang utama Gedung Sate dan meminta petugas membuka gerbang tersebut.

    Aksi yang berlangsung pada pukul 10.30 WIB berjalan dengan aman tanpa menimbulkan kemacetan. Aksi yang berlangsung cukup lama ini diakhiri dengan pembakaran ban sembari menyanyikan lagu-lagu perlawanan dengan aksi teatrikal.

    DWI REINJANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.