Begini Cara Sekolah-sekolah di Jambi Atasi Kabut Asap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua pelajar `selfie` dengan latar Jembatan Kahayan yang masih diselimuti asap pekat, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 3 Oktober 2015. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia menemukan bahwa dari Januari hingga September 2015, ada 16.334 titik panas (berdasarkan LAPAN) atau 24.086 (berdasarkan NASA FIRM) yang tersebar di lima provinsi yaitu Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Riau. ANTARA/Rosa Panggabean

    Dua pelajar `selfie` dengan latar Jembatan Kahayan yang masih diselimuti asap pekat, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 3 Oktober 2015. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia menemukan bahwa dari Januari hingga September 2015, ada 16.334 titik panas (berdasarkan LAPAN) atau 24.086 (berdasarkan NASA FIRM) yang tersebar di lima provinsi yaitu Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Riau. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jambi -- Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Jambi, Abukabar mengatakan setiap sekolah di Kota Jambi diminta menyediakan obat-obatan untuk mengantisipasi para murid yang sakit akibat kabut asap.

    "Memang di setiap sekolah sudah ada Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) antisipasi jika terjadi para murid mengalami sakit saat belajar, tapi dengan kondisi kabut asap kami juga telah menekankan sekolah-sekolah menyediakan obat yang dapat mengobati penderita akibat pengeruh kabut asap," katanya kepada Tempo, Selasa, 20 Oktober 2015.

    Abubakar menuturkan, kabut asap dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas, misalnya mengalami sesak napas, sakit kepala, batuk dan flu. "Makanya kami minta setiap sekolah menyediakan obat-obatan berkaitan dengan berbagai jenis penyakit tersebut dibeli dengan dana operasional sekolah dan BOS," ujarnya.

    Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri 9 Kota Jambi, Boy Surau mengatakan pihaknya telah menyediakan berbagai jenis obat-obatan. Menurut dia, sejak kabut asap menyelimuti Kota Jambi selama tiga bulan terakhir, sudah beberapa orang murid terjangkit batuk, pusing dan flu. "Kami beri obat yang ada tersedia di UKS," kata Boy.

    Jenis obat yang disediakan di UKS sekolahnya itu, hanya jenis obat biasa dijual umum atau jenis obat generik. "Pemberian obat-obatan ini kami lakukan sebagai bentuk upaya penanggulangan dini. Jika memang penyakit diderita para murid berlanjut, maka kita anjurkan para orang tua mereka membawa anaknya untuk diperiksa dokter," tuturnya.

    Sementara itu, Koalisi Jambi Peduli Asap, telah nendirikan tenda di depan kantor Gubernur Jambi, sebagai tempat berobat gratis bagi penderita sakit akibat kabut asap.

    Direktur Perkumpulan Hijau Jambi, Ferry Irawan, salah seorang anggota Koalosi Jambi Peduli Asap, menjelaskan posko ini juga sebagai tempat unntuk menerima pengaduan warga masyarakat soal dampak kabut asap.

    "Kami melakukan ini atas inìsiatif dan rasa empati kami dengan penderitaan warga Jambi akibat kabut asap yang sudah sangat memprihatinkan. Kami akan bekerjasama dengan para dokter yang ada untuk memberikan pelayanan berobat gratis," kata Ferry.

    Koalisi Jambi Peduli Asap beranggotakan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat dan aktivis mahasiswa, antara lain misalnya dari Komunitas Konservasi Indonesia Warsi, Perkumpilan Hijau Jambi, AGRA, dan Beranda Pertemuan Jambi.  Sebelunmya Koalisi ini juga telah mengirim dokter untuk membantu warga di sekitar kawasan hutan dan lahan yabg terbakar, yakni di Desa Arang Arang, Kabupaten Muarojambi.

    SYAIPUL BAKHORI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.