Kontrak Freeport Diputus, Pendapatan Negara Bisa Kolaps?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Haul Truck dioperasikan di area tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Timika, Papua, 19 September 2015. PT Freeport Indonesia kini mendapat izin ekspor dengan kuota mencapai 775.000 ton konsentrat tembaga untuk periode Juli 2015 - Januari 2016. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Sejumlah Haul Truck dioperasikan di area tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Timika, Papua, 19 September 2015. PT Freeport Indonesia kini mendapat izin ekspor dengan kuota mencapai 775.000 ton konsentrat tembaga untuk periode Juli 2015 - Januari 2016. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengatakan perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia terkendala regulasi. Ia mengaku telah menanyakan kepada pebisnis tambang soal kesiapan mereka berinvestasi supaya produksi terus meningkat seandainya kontrak Freeport tidak diperpanjang.

    "Mereka enggak mau kehilangan duit dong, tapi undang-undang di sini dilematis," ucap Teten di kompleks Istana Presiden, Selasa, 20 Oktober 2015. Dia berujar, produksi Freeport akan turun jika tidak ada investasi baru. Turunnya produksi akan mengganggu pendapatan perusahaan Negeri Abang Sam itu.

    BERITA MENARIK
    TERUNGKAP: Ahok Mau Maju Jadi Presiden, Rekaman Ini Buktinya
    Rizal Ramli: Beda dengan SBY, Jokowi Presiden Bernyali Besar

    Bisnis pertambangan emas Freeport mau turun sehingga pemerintah berkepentingan agar produksi terus bertambah. "Jika produksi enggak naik, APBN langsung kolaps karena investasinya gede banget," tutur Teten. Pebisnis tak mungkin berinvestasi jika perpanjangan kontrak baru dua tahun disetujui sebelum kontrak usai.

    Namun, kata Teten, dari segi undang-undang memang agak pelik. Undang-undang menyebutkan kontrak baru bisa dirundingkan dua tahun sebelum berakhir pada 2021. Hal ini dilematis karena undang-undang membatasi hal itu dengan batas perundingan baru dilakukan dua tahun sebelum kontrak berakhir.

    MAHASISWI UI DITEMUKAN

    MAHASISWI UI HILANG: Ini Ciri-ciri Safira Permatasari  
    Penculik Safira Mahasiswa UI Sempat Minta Tebusan US$ 1 Juta

    "Ada pembicaraan yang bisa dilakukan jauh-jauh hari sebelum undang-undang jatuh. Tapi, sampai sekarang, belum ada perpanjangan," ucapnya. Karena itu, Teten ingin permasalahan ini disiasati. Dia menuturkan Presiden Joko Widodo masih membicarakan lima hal terkait dengan kontrak PT Freeport Indonesia.

    Kelima klausul yang masih dirundingkan adalah royalti, divestasi usaha, kandungan lokal, pembangunan industri, dan pembangunan Papua. Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat memiliki misi dagang dan investasi. Namun dia mengaku tak tahu kunjungan Jokowi juga membahas perpanjangan Freeport.

    ALI HIDAYAT

    BACA JUGA
    Fahri: Pemerintahan Jokowi Tak Kejam, tapi Lemah dan Bodoh
    KPK Tangkap Dewi Yasin Limpo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.