Prihatin Kabut Asap, Aksi Mahasiswa Ini Galang Dana

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang mahasiswa meminta bantuan untuk korban meletusnya Gunung Kelud di jalan-jalan di Madiun, Jawa Timur, (15/2). Penggalangan dana ini dijalankan di kawasan Alun-Alun Kota Madiun, (15/2). TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    Seorang mahasiswa meminta bantuan untuk korban meletusnya Gunung Kelud di jalan-jalan di Madiun, Jawa Timur, (15/2). Penggalangan dana ini dijalankan di kawasan Alun-Alun Kota Madiun, (15/2). TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    TEMPO.CO, Pamekasan :Prihatin dengan bencana kabut asap yang terjadi di Riau, sejumlah mahasiswa baru dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Madura menggelar aksi galang dana di Jalan Raya Gadin, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Selasa, 20
    Oktober 2015.

    Nurus Zaman, salah satu mahasiswa menuturkan ke prihatinan itu muncul setelah mendengar cerita salah seorang dosen di kampusnya serta pemberitaan di media online. Kabut asap akibat pembakaran lahan itu, kata Zaman, telah membuat ratusan ribu orang sakit pernafasan dan membuat siswa di sejumlah kota berminggu-minggu tidak sekolah.

    "Kabut asap adalah bencana kemanusiaan, dampak sosial dan ekonominya luar biasa parah," katanya, saat diminta konfirmasi, selasa, 20 oktober 2015.

    Atas dampak itulah, Zaman dan sejumlah mahasiswa baru lainnya melakukan aksi galang dana. Selain untuk membantu korban kabut asap, aksi itu juga bentuk sindiran kepada pemerintah yang lamban menanggulangi kabut asap di berbagai provinsi di indonesia. "Dana yang terkumpul mungkin tidak seberapa, tapi ini bentuk ke prihatinan kami," ujar dia.

    Menurut Zaman, galang dana itu akan dilakukan hingga lima hari ke depan. Pihak kampus, kata dia, memberikan izin setiap kelas mahasiswa baru melakukan penggalangan dana. "Semoga bencana asap cepat ditangani," pungkas dia. MUSTHOFA BISRI

    MUSTHOFABISRI1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.