Pemkot Yogyakarta Pastikan Pasar Malam Sekaten Tetap Digelar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Haryadi Suyuti, Walikota Yogyakarta periode 2012-2016. Istimewa

    Haryadi Suyuti, Walikota Yogyakarta periode 2012-2016. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan Pasar Malam Perayaan Sekaten akan tetap digelar meskipun durasinya dipersingkat dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya.

    "Rencananya, kegiatan akan dilakukan awal Desember selama sekitar tiga pekan," kata Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, di Yogyakarta, Senin, 19 Oktober 2015.

    Menurut dia, Pemerintah Kota Yogyakarta terus melakukan berbagai persiapan untuk menggelar kegiatan tahunan yang dilakukan untuk memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW tersebut.

    Sedangkan, mengenai durasi kegiatan yang dipersingkat dibanding gelaran sebelumnya, Haryadi mengatakan, hal tersebut ditujukan sebagai bentuk efisiensi.

    Pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, Pasar Malam Perayaan Sekaten digelar selama sekitar 40 hari, namun untuk tahun ini waktu pelaksanaannya dipangkas hingga separuhnya.

    Ia pun memastikan bahwa kegiatan akan tetap digelar di Alun-Alun Utara Kota Yogyakarta.

    "Tema utama kegiatan yaitu kegiatan budaya, religi dan ekonomi tetap ada. Hanya saja, pada penyelenggaraan tahun ini, kami ingin fokus pada sekatennya," katanya.

    Sekaten ditandai dengan keluarnya perangkat gamelan Kanjeng Kyai Nogowilogo dan Kanjeng Kyai Guntur Madu dari Keraton Yogyakarta diarak menuju Masjid Gede Kauman dan diakhiri dengan kembalinya perangkat gamelan ke keraton.

    Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta Suyana mengatakan, Pemerintah Kota Yogyakarta masih dalam proses meminta izin penggunaan Alun-Alun Utara ke Keraton Yogyakarta.

    "Masih dalam proses meminta izin. Harapannya, keraton bisa memberikan izin secara resmi untuk penyelenggaraan kegiatan tahunan itu," katanya.

    Ia mengatakan, waktu kegiatan akan dipersingkat untuk menghindari kerusakan terhadap Alun-Alun Utara Yogyakarta yang baru saja direvitalisasi.

    "Alun-alun Utara baru saja direvitalisasi dan di bawahnya sudah dibangun jaringan drainase. Oleh karena itu, waktu pelaksanaan dipersingkat dengan harapan kerusakan bisa diminimalisasi," katanya.

    Sedangkan untuk persiapan teknis lainnya, Suyana mengatakan, akan segera menindaklanjutinya dengan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait termasuk mekanisme pembangunan anjungan.

    Pada tahun lalu, Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan 660 modul untuk anjungan dan memperoleh pemasukan lebih dari Rp1 miliar dari sewa stan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.