Ini Alasan Imigrasi Tangkap dan Deportasi Tom Iljas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tom Iljas di Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Foto: LBH Padang

    Tom Iljas di Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Foto: LBH Padang

    TEMPO.CO, Jakarta - Kantor Imigrasi Kelas I Padang mendeportasi dan menangkal warga negara Swedia Tom Iljas. Tom Iljas, menurut Kepala Sie Pengawasan dan Penindakan Imigrasi Kelas 1 Padang Isman Jayadi, diduga menyalahgunakan visa kunjungan wisata dengan melakukan pembuatan film dokumenter.

    "Yang bersangkutan telah melakukan kegiatan tak sesuai dengan visa," Isman Jayadi, Selasa 20 Oktober 2015.

    Menurut Isman, awalnya polisi mengamankan Tom Iljas dan menyerahkannya ke Imigrasi. Saat diperiksa, Tom mengaku berwisata ke kampung halaman dan mengunjungi keluarganya di Pesisir Selatan serta berziarah ke kuburan orang tuanya.(baca:Berikut Ini Kronologi dan Dalih Polisi Tangkap Paksa Tom Iljas)

    Namun, mereka membawa peralatan yang mengarahkan ke pembuatan film. Seperti kamera, mikrophone dan satu tas yang bertuliskan nama salah satu studio film.
    "Di dalam rekaman videonya itu juga ada hasil wawancara dengan warga setempat," ujarnya.

    Kata Isman, Tom mengaku peralatan itu hanya untuk mendokumentasikan kegiatannya mengunjungi kampung halaman dan tak akan dipublish. "Tapi gak ada bukti kalau video itu tak akan dipublish," ujarnya.

    Isman mengatakan, jika mereka ingin membuat film, seharusya memiliki visa kunjungan dan minta izin untuk memproduksi film. Namun, Tom datang dengan visa wisata.(baca: Kisah Tom Iljas, Diusir dari Indonesia karena Ziarah ke Makam Orang Tua)

    Makanya, Tom dideportasi dan ditangkal dari Indonesia, karena melanggar pasal 122 huruf a Undang-Undang no 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, Tom dideportasi dan ditangkal dari Indonesia. Sebab, melakukan kegiatan yang tak sesuai dengan izin yang dimilikinya. "Dia sudah dideportasi. Kami  juga mengajukan tangkal ke dirjen," ujarnya.

    Keputusan ini, kata Isman, juga didukung informasi dari penegak hukum. Sebelum keputuskan dikeluarkan, ada pertemuan dengan TNI, polisi, TNI dan BIN.

    Sebab, di dalam video itu ada wawancara tentang peristiwa 65. Terutama soal lokasi kuburan bapaknya yang menjadi korban peristiwa 1965.  "Namun kita bukan kejar isi wawancaranya, tapi penyalahgunaan visa itu," ujarnya.

    Sebelumnya, warga negara Swedia, Tom Iljas, 77 tahun, dideportasi ke negaranya dan dicekal kembali berkunjung ke Indonesia setelah ziarah ke makam ayahnya yang menjadi korban peristiwa 1965 di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

    Tom Iljas merupakan salah satu anggota Diaspora Indonesia di Swedia. Ia berasal dari Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Pada tahun 1960-an, Tom dikirim ke Cina untuk melanjutkan studi. Namun dia dicekal kembali ke Indonesia karena dikaitkan dengan peristiwa 30 September 1965.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.