Rizal Ramli: SBY Tak Menyelesaikan Banyak Masalah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan presiden terpilih Joko Widodo ikuti prosesi gladi bersih seremoni pisah sambut SBY dan Jokowi di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 19 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan presiden terpilih Joko Widodo ikuti prosesi gladi bersih seremoni pisah sambut SBY dan Jokowi di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 19 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menyindir kepemimpinan Presiden Indonesia keenam, Susilo Bambang Yudoyono. Rizal mengatakan dalam 10 tahun masa kepemimpinan SBY, banyak hal yang belum terselesaikan. "Salah satunya pengelolaan Blok Cepu, Jawa Tengah," ujar Rizal dalam acara Rembug Nasional Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2015.

    Rizal mengatakan, sekitar 2006-2007 lalu, dirinya pernah diundang SBY ke Istana. SBY meminta saran kepada Rizal tentang pengelolaan Blok Cepu. Kepada SBY, ia menyarankan agar pengelolaan Blok Cepu tidak hanya diberikan pada perusahaan minyak asal Amerika Serikat, Exxon, tetapi juga pada perusahaan lain, seperti Jepang dan Cina " Tentunya agar bisa mendapatkan keuntungan tambahan sekitar US$ 20 miliar," ujar dia.

    Lebih lanjut, Rizal berujar, dirinya terkejut ketika SBY pulang dari New York setelah bertemu Geoge W Bush, akhirnya tidak menjalankan saran yang telah ia berikan terkait dengan Blok Cepu.

    Bahkan, kata Rizal, semua Dirut BUMN yang tidak setuju dengan Exxon langsung dipecat dan diganti oleh orang yang tidak mengerti soal pertambangan. " Sampai SBY mengirimkan negosiator lain untuk memperpanjang kontrak pengelolaan, dalam hal ini Rizal Mallarangeng," tutur dia.

    Tak hanya pertambangan, ia juga sempat menyindir lambatnya pembangunan infrastruktur di era SBY. Salah satunya ialah pembangunan infrastruktur di Kalimantan. "Di Kalimantan, banyak sekali mineral, tambang, dan batu bara. Tapi listrik, di sana masyarakat masih banyak yang belum punya," ujar dia.

    ABDUL AZIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.