Tiga Kelompok Ini Diduga Penyebab Kebakaran di Gunung Lawu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kebakaran di Gunung Lawu dilihat dari kawasan Perkebunan Teh Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, 25 Agustus 2015. ANTARA/Maulana Surya

    Kebakaran di Gunung Lawu dilihat dari kawasan Perkebunan Teh Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, 25 Agustus 2015. ANTARA/Maulana Surya

    TEMPO.CO, Jakarta - Perum Perhutani baru akan mengusut penyebab kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu, kawasan Cemoro Sewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Ahad, 18 Oktober 2015, yang mengakibatkan tujuh pendaki tewas dan dua lainnya luka berat.

    "Petugas masih fokus melakukan pemadaman api dan penyisiran jika memang ada korban lain," kata pejabat Humas Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Dan Sekitarnya (DS), Dwi Sulistjorini, Selasa, 20 Oktober 2015.

    Meski demikian, Dwi memprediksi penyebab kebakaran hutan adalah ulah pencari madu dan pembuat arang yang menggunakan api saat bekerja di hutan. Selain itu, dugaan lainnya akibat ulah para pendaki gunung yang meninggalkan api unggun sebelum bara benar-benar padam. Jadi, saat tertiup angin, bara tersebut dengan cepat menjadi kobaran api yang mudah menjalar saat musim kemarau seperti sekarang.

    Kepala Kepolisian Resor Magetan Ajun Komisaris Besar Johanson Ronald Simamora mengungkapkan hal senada. Menurut dia, hingga kini penyelidikan ihwal penyebab kebakaran belum dilakukan. Upaya itu dilakukan setelah api dinyatakan benar-benar padam yang penanganannya tidak dibatasi waktu lantaran dipengaruhi kondisi cuaca.

    "Setelah itu, kami melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) sampai diketahui penyebab kebakaran. Apakah karena faktor alam atau kelalaian pendaki gunung," ucapnya.

    Seperti diberitakan, kebakaran hutan yang terjadi di lereng Gunung Lawu mengakibatkan tujuh pendaki tewas. Enam di antaranya sudah dipastikan identitasnya oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa TImur. Mereka berasal dari Kabupaten Ngawi dan Jakarta.

    Sedangkan satu jenazah lagi belum bisa diidentifikasi karena kondisinya hangus terbakar. Untuk mengetahui identitasnya, tim DVI bakal melakukan tes DNA yang membutuhkan waktu paling lama dua pekan. Adapun dua korban yang mengalami luka-luka diketahui berasal dari Ngawi dan saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Moewardi, Solo, Jawa Tengah, serta RSUD dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.