Tolak Upah Minimum, Buruh Menggeruduk Gedung Sate  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buruh membawa poster bertuliskan tuntutan saat berunjuk rasa memperingati hari lahirnya organisasi buruh internasional World Federation of Trade Unions (WFTU) di Jakarta, 3 Oktober 2015. Aksi demonstrasi ini sempat menyebabkan jalan menuju depan Istana ditutup. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Buruh membawa poster bertuliskan tuntutan saat berunjuk rasa memperingati hari lahirnya organisasi buruh internasional World Federation of Trade Unions (WFTU) di Jakarta, 3 Oktober 2015. Aksi demonstrasi ini sempat menyebabkan jalan menuju depan Istana ditutup. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Bandung - Ratusan massa yang berasal dari gabungan Serikat Pekerja Metal Indonesia dan Serikat Pekerja Indonesia melakukan unjuk rasa di depan Gedung Sate Bandung, Selasa, 20 Oktober 2015. Mereka menolak penangguhan upah minimum bagi kesejahteraan buruh di Indonesia.

    "Kami meminta upah yang layak atas kerja keras kami, coba lihat kalo anggota Dewan yang merengek minta naik gaji dan penambahan fasilitas itu tidak pantas dengan kinerja yang pas-pasan," ujar Gendi, salah satu buruh, saat ditemui di depan Gedung Sate, Selasa, 20 Oktober 2015.

    Penutupan jalan di depan Gedung Sate membuat kemacetan yang cukup panjang, ratusan buruh yang memadati area dan kendaraan yang di parkir menggunakan badan jalan sempat membuat beberapa kendaraan besar seperti bus kesulitan untuk berbelok menuju Jalan Supratman dan sekitarnya.

    Unjuk rasa yang dimulai pada pukul 10.00 pagi hari ini rencananya akan berlangsung hingga sore. Ini karena banyak unjuk rasa yang sudah dilakukan para buruh tapi tidak ada realisasi nyata dari pemerintah untuk menyikapi tuntutan mereka.

    "Kita di sini minta keadilan, enggak minta lebih. Cuma jangan seenaknya nentuin upah buat kita yang nyatanya enggak bisa menuhin kebutuhan sehari-hari. Kami punya keluarga dan kehidupan. Masa yang kaya naik gaji sedangkan kita menanggung semua sendiri," kata Yanti, 30 tahun, salah satu anggota Serikat Pekerja Indonesia

    Tidak banyak aparat keamanan yang dikerahkan untuk menjaga jalannya unjuk rasa. Beberapa terlihat membuat barikade di depan gerbang utama Gedung Sate Bandung.

    Menurut Gendi, unjuk rasa ini hanya untuk meluapkan aspirasi yang sudah berulang kali disampaikan tapi tidak terealisasi. Dan sebelum unjuk rasa dilakukan, panitia sudah memberi tahu petugas kepolisian mengenai kegiatan ini.

    "Kita di sini bukan mau rusuh, cuma mau ngasih aspirasi, dan pihak kepolisian juga tau kok. Jadi pengamanan juga ya biasa saja, sekalian silaturahmi," ujarnya.

    DWI RENJANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.