Kabut Asap, 30 Maskapai di Pekanbaru Batal Terbang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memadatai komplek stadion utama Riau meski berselimut kabut asap di Pekanbaru, 18 Oktober 2015. Indeks Standar Pencemaran Udara berada pada angka 290 Psi atau tidak sehat. TEMPO/Riyan Nofitra

    Warga memadatai komplek stadion utama Riau meski berselimut kabut asap di Pekanbaru, 18 Oktober 2015. Indeks Standar Pencemaran Udara berada pada angka 290 Psi atau tidak sehat. TEMPO/Riyan Nofitra

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, kembali terganggu akibat kabut asap. Jarak pandang menurun hingga radius 400 meter. Sebanyak 30 penerbangan terpaksa batal lantaran landasan pacu tertutup kabut asap.

    "Total penerbangan satu hari ada 70. Sebanyak 30 penerbangan dipastikan batal," kata Duty Manajer Bandara SSK II, Pekanbaru, Hasnan, Selasa, 20 Oktober 2015.

    Menurut Hasnan, aktivitas penerbangan di Bandara SSK terganggu sejak Minggu lalu. Tidak ada kepastian pesawat bakal bisa beroperasi karena kondisi kabut asap masih cukup tebal.

    Jarak pandang selama tiga hari terakhir ini berada di bawah radius 1.000 meter. Sehari sebelumnya, seluruh penerbangan sebanyak 78 batal.

    Hasnan mengatakan 24 penerbangan mengkonfirmasi pembatalan sejak kemarin. Ditambah hari ini, enam penerbangan ikut batal. "Total penerbangan yang batal hari ini mencapai 30 penerbangan," jelasnya.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Pekanbaru, Sugarin Widayat, menyebut Satelit Tera dan Aqua kembali memantau lonjakan titik panas mencapai 825 titik di sejumlah wilayah Sumatera.

    Jumlah itu jauh meningkat dari hari sebelumnya yang sempat menyusut 124 titik. Sumatera Selatan masih menjadi daerah penyumbang titik panas terbanyak mencapai 654 titik.

    Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan membuat kondisi udara di beberapa wilayah Riau memburuk. Jarak pandang di Pekanbaru menurun hingga 400 meter, Rengat 800 meter, Dumai 500 meter, dan Pelalawan 300 meter.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.