Cerita Luhut Soal Ayahnya Sopir Bus dan Ibu Tak Tamat SD  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luhut Binsar Pandjaitan memberikan kata sambutan, dalam acara sertijab Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Luhut menggantikan Menteri Tedjo yang sebelumnya menjabat sebagai Menko Polhukam. Jakarta, 13 Agustus 2015. TEMPO/ Aditia Noviansyah

    Luhut Binsar Pandjaitan memberikan kata sambutan, dalam acara sertijab Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Luhut menggantikan Menteri Tedjo yang sebelumnya menjabat sebagai Menko Polhukam. Jakarta, 13 Agustus 2015. TEMPO/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Palembang - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan, bercerita tentang latar belakang keluarganya di depan murid Sekolah Dasar Negeri 155 Talang Jambe, Palembang. Ia tak malu mengakui ayahnya merupakan mantan sopir bus antarkota dan ibunya tak tamat sekolah dasar.

    "Kalian jangan pernah berkecil hati dengan latar belakang kalian. Semua bisa jadi orang penting," kata Luhut saat memberikan sambutan di SDN 155 itu. "Yang perempuan bisa seperti Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, yang laki-laki bisa jadi Kepala Polri, Panglima TNI, atau gubernur."

    Baca juga:
    Lihat Deretan Mayat, Ini Kisah Dita yang Selamat di Lawu
    Patahan Lembang Merujuk ke Legenda Sangkuriang  

    Luhut menceritakan, ayahnya mengemudikan bus antarkota dari Medan, Bukittinggi, hingga Padang. Namun, berkat ketekunannya, sang ayah dikirim ke Cornell University, Amerika Serikat, untuk melanjutkan pendidikan. "Sebelumnya, ayah saya kan awalnya seorang pembantu letnan satu revolusi, kemudian pensiun."

    Meski dengan segala keterbatasan, ujar Luhut, kelima saudaranya dapat menyelesaikan studi hingga tingkat paling tinggi. "Kakak saya yang perempuan baru saja menyelesaikan program doktor di luar negeri dan sekarang menjadi duta besar," tutur pria kelahiran Toba Samosir, Sumatera Utara, itu.

    BERITA MENARIK
    Reshuffle Kabinet, Ruhut: Menteri Enggak Mampu Sila Ngaca Diri!
    Reshuffle Kabinet, Ruhut: Jangan Dijewer Dulu Baru Mundur!

    Luhut berpesan kepada para murid supaya mempunyai semangat sama sepertinya. Ia juga berpesan kepada para guru agar dapat mendidik murid bukan hanya dari segi akademik, melainkan juga pembentukan karakter. "Sekarang banyak pejabat kita yang pintar-pintar, tapi hatinya kurang baik. Jadilah manusia yang baik, hati baik dan otak bagus," ujarnya.

    Selain memotivasi para murid, Luhut juga menyampaikan salam dari Presiden Joko Widodo. Kunjungannya ke Palembang, kata dia, merupakan salah satu perintah Presiden agar kebakaran lahan dapat segera dipadamkan. "Semoga Tuhan cepat memberikan hujan supaya api cepat padam," ucap mantan Kepala Staf Kepresidenan itu.

    DEWI SUCI RAHAYU

    SIMAK PULA
    TRAGEDI MINA: Mengerikan, Korban Tewas Menjadi 2.110
    Biksu Wanita Hidup Foya-foya dari Uang Biaranya Sendiri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.