Kabut Asap di Maluku Utara, Aktivitas Pelayaran Diimbau Waspada  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Infografis

    Infografis "Bergelut dengan Api dan Asap". (ILUSTRASI: TEMPO/INDRA FAUZI)

    TEMPO.CO, Ternate - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi kelas I Ternate mengimbau masyarakat Maluku Utara agar waspada dalam melakukan ativitas pelayaran di perairan Maluku Utara.

    Kepala Stasiun BMKG Ternate, Sulimin, menjelaskan imbauan itu dikeluarkan karena kabut asap yang menyelimuti Maluku Utara kian pekat dan mengurangi jarak pandang.

    Menurut Sulimin, secara umum jarak pandang skala 7 kilometer. Suhu udara mencapai rata-rata 24 - 32 derajat celcius dengan kelembaban 52-82 persen. Sedangkan kecepatan angin 11,1 kilometer per jam.

    Selain itu, kata Sulimin, gelombang setinggi 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Maluku bagian utara dan perairan utara Halmahera dan Halmahera. “Dalam kondisi seperti itu, kami mengimbau aktivitas pelayaran berhati-hati,” katanya kepada Tempo, Selasa, 20 Oktober 2015.

    Menurut Sulimin, dari analisis data kabut asap yang menyelimuti Maluku Utara diprediksi akan berkurang mulai pekan depan. Pada saat itu dua badai tropis, yakni coppu dan chiampi, bergerak dengan kecepatan cukup tinggi menuju daratan Filipina. Badai itu sedikit mengurangi kabut asap.

    Sulimin menjelaskan, tinggi kecepatan badai itu justru menyebabkan gelombang laut tinggi dan tidak aman untuk pelayaran, terutama kapal kecil.

    Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara, Ridwan Samad,  mengatakan berdasarkan laporan yang diterima BPBD, kabut asap terjadi hampir merata di seluruh wilayah Maluku Utara.

    Sejumlah daerah, seperti Halmahera Timur, Halmahera Utara, Kota Ternate dan Tidore, kabut asap bahkan terlihat semakin pekat. Itu sebabnya berbagai langkah antisipasi dini dilakukan. Di antaranya melakukan komunikasi dengan BPBD kabupaten dan kota setiap hari guna mengetahui perkembangan situasi. “Kami juga menyiapkan masker jika kabut asap semakin pekat,” ujar Ridwan.

    BUDHY NURGIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.