Kebakaran Hutan, Ada 825 Titik Api Terpantau di Sumatera

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Komplek Stadion Utama Riau yang berselimut kabut asap di Pekanbaru, 18 Oktober 2015. Jarak pandang berkisar antara 50-800 meter. TEMPO/Riyan Nofitra

    Suasana Komplek Stadion Utama Riau yang berselimut kabut asap di Pekanbaru, 18 Oktober 2015. Jarak pandang berkisar antara 50-800 meter. TEMPO/Riyan Nofitra

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Satelit Tera dan Aqua kembali memantau lonjakan titik api akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera. Jumlahnya mencapai 825 titik api. Padahal, pada hari sebelumnya, sempat menyusut menjadi 124 titik api.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sugarin Widayat, menjelaskan jumlah terbanyak masih terdapat di Sumatera Selatan, yakni 654 titik api. "Itu hasil pemantauan pukul 07.00," katanya, Selasa, 20 Oktober 2015.

    Menurut Sugarin, pertambahan titik api juga menyebar di beberapa daerah lain, seperti Jambi 110 titik api, Bangka Belitung 28 titik api, dan Lampung 2 titik api. Adapun di wilayah Riau juga terjadi lonjakan mencapai 30 titik api. Sedangkan hari sebelumnya sempat nihil. Di Kabupaten Meranti terpantau sepuluh titik api, Siak enam titik api, Indragiri Hilir enam titik api, Indragiri Hulu tiga titik api, Pelalawan empat titik api, dan Bengkalis satu titik api.

    Sugarin menjelaskan, secara umum, kondisi cuaca wilayah Riau berawan diselimuti kabut asap. Peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang tidak merata terjadi pada sore hari di wilayah Riau bagian utara. "Temperatur maksimum 31,0-33,5 derajat Celsius," ujarnya.

    Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan membuat kondisi udara di beberapa wilayah Riau memburuk. Jarak pandang di Pekanbaru menurun hingga 400 meter, Rengat 800 meter, Dumai 500 meter, dan Pelalawan 300 meter.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.