Rio Capella Gugat KPK Lewat Praperadilan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Sekjen Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Patrice Rio Capella berada di ruang tunggu sebelum menjalani pemeriksaan oleh penyidik sebagai saksi di Gedung KPK, Jakarta, 16 Oktober 2015. Rio Capella dimintai keterangannya untuk pertama kalinya sebagai tersangka. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mantan Sekjen Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Patrice Rio Capella berada di ruang tunggu sebelum menjalani pemeriksaan oleh penyidik sebagai saksi di Gedung KPK, Jakarta, 16 Oktober 2015. Rio Capella dimintai keterangannya untuk pertama kalinya sebagai tersangka. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Sekretaris Jenderal Partai NasDem Patrice Rio Capella menggugat penetapannya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi lewat praperadilan. Kuasa hukum Rio, Maqdir Ismail, mengatakan gugatan praperadilan itu sudah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 19 Oktober 2015.

    "Kami sudah daftar praperadilan kemarin," kata Maqdir saat dihubungi, Selasa, 20 Oktober 2015.

    Adapun KPK hari ini menjadwalkan pemeriksaan Rio sebagai tersangka. Namun Maqdir tak bisa memastikan kliennya memenuhi panggilan tersebut. "Belum dipastikan Rio datang atau tidak ke KPK."

    Selain Rio, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho. Rio dan Gatot bakal diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap anggota terkait dengan pengamanan penyelidikan kasus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan atau Kejaksaan Agung.

    Kepala Hubungan Masyarakat Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Made Sutrisna membenarkan Rio telah mendaftarkan praperadilan. "Benar, mendaftar kemarin, Senin. Berkas masih di Ketua Pengadilan untuk penunjukan hakim," ujar Made. Gugatan itu bernomor register 100/PID.PRAP/2015/PN.JKT.SEL.

    Pekan lalu, KPK menetapkan Rio sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan suap sebesar Rp 200 juta. Komisi antirasuah menduga Rio menerima suap untuk mengamankan perkara bantuan daerah, tunggakan dana bagi hasil, dan penyertaan modal sejumlah badan usaha milik daerah di Sumatera Utara yang kemungkinan bisa menjerat Gatot.

    Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus yang menjerat Gatot dan istrinya, Evy Susanti. Gatot dan Evy juga ditetapkan sebagai tersangka atas kasus yang sama. Suami-istri itu dijerat sebagai pemberi.

    LINDA TRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pidato Jokowi Terkait Kinerja dan Capaian Lembaga Tinggi Negara

    Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus 2019. Inilah hal-hal penting dalam pidato Jokowi.