Hari Ini Pansus Pelindo II Gelar Rapat Perdana, Ini Agendanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rieke Dyah Pitaloka. Tempo/Tony Hartawan

    Rieke Dyah Pitaloka. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Panitia Khusus Pelindo II Rieke Diah Pitaloka mengatakan Pansus Pelindo II akan mulai aktif menggelar rapat, mengumpulkan data, dan menggali informasi terkait dengan berbagai kasus yang melibatkan perusahaan BUMN itu pada Selasa, 20 Oktober 2015. "Kami bekerja mulai pukul 4 sore," kata Rieke setelah menggelar rapat tertutup di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Senin, 19 Oktober 2015.

    Dalam sidang perdana, Rieke mengatakan pihaknya akan mengundang Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) untuk dimintai keterangan terkait dengan kontrak kerja dengan perusahaan yang dipimpin RJ Lino tersebut. "Ada masalah pekerjaan dan karena sebagian dari mereka juga ada di manajemen (Pelindo II) tentu bisa digali data pentingnya. Mereka pasti tidak akan berbicara tanpa fakta," ujar politikus PDIP ini.

    BACA JUGA
    Reshuffle Menteri, Ruhut: Jangan Dijewer Dulu Baru Mundur!
    Kalla Mau Evaluasi KPK, Terlalu Banyak Tangkap Orang?

    Itulah sebabnya Rieke meminta mereka membawa data lengkap. Untuk menjaga transparansi dalam mengusut dugaan penyelewengan dana negara dan kecurangan pada PT Pelindo II, Rieke menyatakan rapat Pansus Pelindo II akan diadakan secara terbuka. "Rapat terbuka agar khalayak umum dengan bantuan media juga bisa menyaksikan apa yang terjadi," tutur Rieke.

    Pansus Pelindo II disahkan dalam Rapat Paripurna DPR ketujuh yang digelar pada Selasa, 13 Oktober 2015. Pansus ini terdiri atas 30 anggota yang berasal dari lintas fraksi dan lintas komisi. Keikutsertaan anggota dibagi berdasarkan jumlah proporsional kursi di parlemen. PDI Perjuangan mendominasi komposisi anggota Pansus tersebut dengan jumlah perwakilan mencapai enam anggota.

    Pansus Pelindo II dibentuk untuk mengusut banyaknya kasus yang terjadi pada perusahaan pelat merah itu, seperti dugaan korupsi pengadaan sepuluh crane yang merugikan negara hingga Rp 54 miliar; pelanggaran perpanjangan konsesi terhadap anak perusahaan Pelindo II, JICT, dengan perusahaan Hong Kong, Hutchison Port Holdings; dan dugaan penyelewengan lain yang melibatkan direktur utama perusahaan.

    DESTRIANITA KUSUMASTUTI

    BERITA MENARIK
    Wanita Ini Bangun, Potong Jari Anak Tetangga, dan Tidur Lagi

    SATU TAHUN JOKOWI-JK, Menteri Tjahjo: Rupiah Kembali Menguat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.