Setya Novanto dan Fadli Zon Hanya Dapat Sanksi Teguran, Budiman Sudjatmiko Keberatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fadli Zon, Setya Novanto, dan Donald Trump mengenakan topi khasnya.  TEMPO/Dhemas Reviyanto-AP/Brynn Anderson

    Fadli Zon, Setya Novanto, dan Donald Trump mengenakan topi khasnya. TEMPO/Dhemas Reviyanto-AP/Brynn Anderson

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko, menyatakan keberatan atas putusan sidang Majelis Kehormatan Dewan terhadap Ketua dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto dan Fadli Zon.

    Majelis Kehormatan menyatakan Setya Novanto dan Fadli Zon hanya melakukan pelanggaran ringan dengan sanksi berupa teguran.

    Menurut Budiman, bentuk pelanggaran tersebut tidak bisa dikatakan ringan karena Setya Novanto dan Fadli Zon membawa nama DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat. "Sekarang kita serahkan kepada masyarakat, apakah keputusan ini memenuhi rasa keadilan masyarakat atau tidak," katanya, saat dihubungi Tempo, Senin, 19 Oktober 2015.

    Budiman menekankan pelanggaran yang dilakukan Setya Novanto dan Fadli Zon berkaitan dengan etika sebagai anggota DPR.

    "Apa bedanya dengan kasus, misalnya, anggota DPR nonton bola, tapi enggak bayar karcis, atau kasus anggota DPR yang kencing di WC umum tapi enggak bayar?" ujar Budiman.

    Setelah mendengar putusan sidang Majelis Kehormatan Dewan, Budiman akan menghubungi rekan-rekannya, seperti Adian Napitupulu, Charles Honoris, dan Diah Pitaloka, guna melakukan konsolidasi terkait dengan kemungkinan pengajuan banding atas putusan itu.

    "Malam ini saya akan langsung menghubungi teman-teman untuk melakukan konsolidasi,” ucap Budiman, sembari mengatakan Selasa besok akan menjelaskannya kepada wartawan.

    Pada pertengahan September lalu, Setya Novanto dan Fadli Zon dilaporkan sejumlah anggota DPR dari Fraksi PDIP dan PKB. Setya Novanto dan Fadli Zon hadir dalam kampanye salah satu kandidat calon Presiden Amerika, Donald Trump.

    Dalam rekaman video yang banyak beredar di situs YouTube tersebut terlihat Donald Trump memperkenalkan Setya Novanto sebagai anggota DPR, dan Setya Novanto menyatakan dukungannya kepada Trump.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.