BNPB : Kebakaran Hutan Meluas Sampai Sulawesi dan Papua

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memantau titik api melalui layar pemantau di Posko Kebakaran Lahan dan Hutan di Manggala Wanabakti, Jakarta, 22 September 2015. Pembakaran lahan secara ilegal ini telah mengakibatkan kebakaran hutan dan kabut asap di Riau dan Kalimantan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Petugas memantau titik api melalui layar pemantau di Posko Kebakaran Lahan dan Hutan di Manggala Wanabakti, Jakarta, 22 September 2015. Pembakaran lahan secara ilegal ini telah mengakibatkan kebakaran hutan dan kabut asap di Riau dan Kalimantan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan belum dapat dituntaskan, pembakaran juga dilakukan di daerah lain di Indonesia. Pantauan satelit Terra Aqua Senin 19 Oktober 2015) pukul 05 WIB mendeteksi ada 1.545 hotspot di seluruh Indonesia.

    Melalui rilisnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan jumlah sebenarnya sesungguhnya lebih banyak. Total hotspot di Indonesia 1.545 titik. ‘’Tetapi satelit tidak mampu menembus pekatnya asap di Sumatera dan Kalimantan,’’ ujarnya.

    Sebaran hotspot di Indonesia adalah di Indonesia bagian barat, tengah dan timur hingga Papua.di wilayah barat ada 520 titik yang tersebar di Sumatera Selatan 172 titik, Sumatera Utara 2, Jambi 8, Kalimantan Selatan 22, Kalimantan Tengah 173, Kalimantan Timur 119, Riau 1, Lampung 10, Bangka Belitung 8, Jawa Tengah 1, Jawa Timur 4.

    Di wilayah tengah ada 801 titik mulai dari Sulawesi Barat 57, Sulawesi Selatan 151, Sulawesi Tengah 361, Sulawesi Tenggara 126, Sulawesi Utara 59, Gorontalo 47.

    Adapun wilayah timur terdapat 224 titik. Yaitu di Papua 52, Maluku 63, Maluku Utara 17,
    Nusa Tenggara Barat 25, Nusa Tenggara Timur 67.

    Sebagian besar penyebab karhutla adalah disengaja atau di bakar. Dari 801 hotspot di Sulawesi berasal dari lahan pertanian dan perkebunan. ‘’Pembakaran dalam rangka land clearing,’’ ujarnya.

    Asap juga terdeteksi dari hotspot yang ada. Tapi skalanya masih lokal. Sedangkan hotspot di Kabupaten Merauke dan Mappi masih terdeteksi. Hostpot ini sudah berlangsung sejak dua bulan yang lalu. Belum ada pernyataan darurat dari kepala daerah dari daerah-daerah yang wilayahnya terbakar. Ini juga menunjukkan bahwa kebiasaan membakar masih berlangsung meski dampak bencana asap demikian besar, khususnya di Sumatera dan Kalimantan.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.