Menhan Pastikan Dana Bela Negara Tak Pakai APBN  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ryamizard Ryacudu, berbincang dengan sejumlah prajurit Yonif Linud 433 JS Kostrad, yang bertugas menjaga Pos pengamanan perbatasan Simanggaris Baru, Nunukan, Kalimantan Utara, 4 Juni 2015. Menhan juga akan mengoperasikan pesawat tanpa awak untuk menjaga perbatasan negara. TEMPO/Imam Sukamto

    Ryamizard Ryacudu, berbincang dengan sejumlah prajurit Yonif Linud 433 JS Kostrad, yang bertugas menjaga Pos pengamanan perbatasan Simanggaris Baru, Nunukan, Kalimantan Utara, 4 Juni 2015. Menhan juga akan mengoperasikan pesawat tanpa awak untuk menjaga perbatasan negara. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengaku masih menyusun anggaran untuk program bela negara. Dia membantah jika program bela negara tersebut akan menghabiskan biaya cukup besar, yaitu Rp 500 triliun karena target jumlah peserta sebanyak 100 juta orang.

    "Yang bilang Rp 500 triliun itu tau dari mana? Saya enggak pernah ngomong gitu," kata Ryamizard setelah rapat dengar pendapat dengan Komisi Pertahanan di gedung Nusantara II, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2015.

    Ryamizard memastikan jika anggaran yang akan digunakan untuk merealisasikan program tersebut bukan dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Menurut dia, pengeluaran biaya untuk program tersebut akan dianggarkan Kementerian Pertahanan.

    Program bela negara merupakan program yang diusulkan Kementerian Pertahanan. Sebelumnya, program bela negara tersebut akan diluncurkan hari ini. Namun agenda itu diundur hingga 22 Oktober 2015. Program ini dikabarkan menargetkan 100 juta orang untuk dilatih.

    Menurut Ryamizard, program bela negara akan sama dengan kegiatan seperti Pramuka. Untuk proses kegiatannya, Ryamizard mengatakan dalam program bela negara nanti akan ada penyuluhan hukum dan sosialisasi hak asasi manusia.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.