Demonstrasi Tolak Tambang Emas Banyuwangi Berakhir Ricuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Aksi demonstrasi yang dilakukan sekitar 150 orang warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin, 19 Oktober 2015, berakhir ricuh.

    Demonstrasi sebagai bentuk penolakan terhadap pertambangan emas oleh PT Bumi Suksesindo di Kecamatan Pesanggaran.

    Menurut Kepala Kepolisian Resor Banyuwangi, Ajun Komisaris Besar Bastoni Purnama, tiga orang koordinator demonstrasi ditangkap, yakni dengan inisial B, E dan R. “Ketiganya masih kami periksa intensif,” katanya, Senin 19 Oktober 2015.

    Saat demonstrasi, massa menuntut agar PT Bumi Suksesindo menutup aktivitas pertambangannya. Karena dialog dengan manajemen perusahaan buntu, aksi tiba-tiba berubah anarkis.

    Massa merusak kaca jendela kantor PT Bumi Suksesindo, meja bilyard, dan alat perkantoran. Aparat keamanan tak bisa menghentikan meksi telah menerjunkan 100 anggotanya.

    Bastoni menjelaskan, ketiga orang itu belum ditetapkan sebagai tersangka. Polisi masih memperkuat keterlibatan mereka sebagai pengerah massa berdasarkan bukti-bukti di lapangan.

    Salah seorang warga, Taufiq Qurrohman, mengatakan aksi dimulai pukul 09.00 WIB. Massa melakukan longmarch dari pintu masuk pantai Pulau Merah. Massa kemudian merangsek ke lokasi perkantoran dan pertambangan di Gunung Tumpang Pitu.

    Taufiq mengatakan, massa menolak pertambangan emas karena berpotensi mencemari lingkungan. Apalagi sejak ada pertambangan tersebut, kawasan hutan lindung di Gunung Tumpang Pitu telah diturunkan statusnya menjadi hutan produksi. “Unjuk rasa lalu berubah ricuh,” ujarnya.

    PT Bumi Suksesindo akan meningkatkan tahap operasi dari eksplorasi ke eksploitasi di Gunung Tumpang Pitu pada 2016. Menteri Kehutanan menerbitkan Surat Keputusan Nomor 826/2013 tertanggal 19 November 2013 yang menyetujui alih fungsi hutan lindung Tumpang Pitu seluas 1.942 hektare di gunung tersebut menjadi hutan produksi.

    Dengan turunnya status tersebut, pertambangan emas bisa dilakukan secara terbuka (open minning). Berdasarkan hasil eksplorasi yang dilakukan PT Bumi Suksesindo, 1 ton batuan di gunung itu mengandung 0,9 gram emas.

    PT Bumi Suksesindo akan memproduksi 3 juta ton batuan per tahun atau 24 juta ton batuan dalam jangka delapan tahun.

    IKA NINGTYAS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.