Ayah dan Anak Jadi Korban Kebakaran Gunung Lawu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di Puncak Gunung Lawu di perbatasan wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. ANTARA FOTO

    Suasana di Puncak Gunung Lawu di perbatasan wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Magetan - Tujuh pendaki korban tewas akibat kebakaran hutan di Gunung Lawu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Sayidiman, Magetan, Jawa Timur, Senin, 19 Oktober 2015. Lima di antaranya telah diidentifikasi.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo di RSUD dr Sayidiman, kelima korban tewas itu adalah Rita Septi Hurika, 21 tahun, asal Ngawi; Joko Prayitno (31), asal Kebon Jeruk, Jakarta Barat; Nanang Setia Utama (16), warga Ngawi; Sumarwan (48), warga Ngawi; dan Awang Feri Frandika (25), warga Ngawi. ”Informasinya, Sumarwan dan Nanang merupakan bapak dan anak,” kata Bupati Magetan Sumantri saat mengunjungi kamar jenazah RSUD dr Sayidiman.

    Hetik Mardiati, 58 tahun, salah seorang anggota keluarga korban tewas, mengatakan Sumarwan dan Nanang mendaki Gunung Lawu bersama empat orang yang masih anggota keluarganya. Keempatnya adalah Novi Dwi Isti Wanti, 15 tahun, anak Sumarwan yang mengalami luka bakar; Eko Nurhadi (35), keponakan yang mengalami luka bakar; Rita; dan Awang Feri Frandika, pacar Rita. “Mereka berangkat dari Ngawi ke Gunung Lawu pada Sabtu pagi,” ucapnya.

    Keberangkatan mereka ke Gunung Lawu, menurut Hetik, hanya karena ingin menikmati tradisi pada bulan Muharam. Pada bulan yang juga disebut Suro itu, gunung tersebut banyak didatangi orang dengan beragam tujuan, seperti ritual semedi. ”Mereka pengin lihat saja, karena saat Suro selalu ramai,” ujar Hetik.

    Namun apes menimpa mereka setelah mencapai puncak. Saat perjalanan turun dan tiba di jalur pendakian antara Pos III dan IV, di kawasan Cemoro Sewu, Kecamatan Plaosan, Magetan, api berkobar dan membakar ilalang di tepi akses jalan, Ahad lalu, 18 Oktober 2015.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.