DARURAT ASAP: Warga Perbatasan Panik, Asap Kian Pekat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabut asap yang menyelimuti Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 16 Oktober 2015. TEMPO/Uwidyanto

    Kabut asap yang menyelimuti Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 16 Oktober 2015. TEMPO/Uwidyanto

    TEMPO.CO, NUNUKAN - Kabut asap yang semakin pekat melanda wilayah perbatasan RI-Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sejak dua hari terakhir membuat warga setempat panik.

    Seorang ibu rumah tangga bernama Yunita, Minggu 18 Oktober 2015  menyatakan, kabut asap yang melanda daerah itu makin pekat sehingga kondisi cuaca mengalami perubahan secara signifikan akibat udara terasa pedas saat dihirup.

    Kondisi ini tentunya rawan menyebabkan penyakit bagi warga yang fisiknya kurang kuat seperti penyakit pernasapan terutama bagi anak-anak sehingga membutuhkan kewaspadaan yang ekstra.

    "Kabut asap ini makin tebal," ujar ibu rumah tangga yang berdomisili di sekitar Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten Nunukan, ini.

    Untuk antisipasi agar dirinya dan anak-anaknya tidak mengalami sakit akibat kabut asap yang semakin pekat itu, dengan terburu-buru mencari masker untuk dikenakan sebagai langkah awal meminimalisir penyakit yang bakal dialaminya.

    Akibat kabut asap tersebut, anak-anak dilarang keluar rumah tanpa mengenakan masker sehingga menjadi kepanikan tersendiri bagi kalangan orangtua karena dapat membahayakannya, kata dia.

    Pantauan pada Minggu petang, di Jalan Angkasa dan Jalan Pelabuhan Baru hingga Jalan TVRI, aktivitas masyarakat di daerah itu mengalami penurunan akibat kabut asap yang semakin pekat sementara pengedara kendaraan mulai menggunakan masker dengan jarak pandang diperkirakan kurang dari 100 meter. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.