Gunung Lawu Terbakar, Tiga Pendaki Berhasil Dievakuasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kebakaran di Gunung Lawu dilihat dari kawasan Perkebunan Teh Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, 25 Agustus 2015. ANTARA/Maulana Surya

    Kebakaran di Gunung Lawu dilihat dari kawasan Perkebunan Teh Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, 25 Agustus 2015. ANTARA/Maulana Surya

    TEMPO.CO, Magetan -  Tiga pendaki yang terjebak kebakaran lahan hutan di lereng Gunung Lawu wilayah Cemoro Sewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berhasil dievakuasi, Ahad malam, 18 Oktober 2015. Dua di antaranya diketahui bernama Eko Nurhadi, 45 tahun, dan Novi, 18 tahun, yang sama-sama warga Ngawi.

    "Untuk korban selamat yang satunya belum diketahui identitasnya. Yang jelas, ketiganya mengalami luka bakar sekitar 80 persen," kata Agus Prayitno, anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan. (Baca: Tragedi Gunung Lawu, Korban Tewas Bertambah Jadi 7)

    Setelah berhasil dievakuasi, ketiga korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Sayidiman, Magetan, untuk mendapatkan perawatan medis. Adapun sejumlah korban luka-luka lain dan tewas belum berhasil dievakuasi.

    "Untuk sementara, korban meninggal diketahui ada enam. Kami belum mengetahui identitasnya," ujar Agus, yang ikut melakukan evakuasi korban di lokasi kebakaran lahan hutan.

    Kebakaran hutan itu terjadi Ahad pagi di jalur pendakian antara pos 3 dan 4. Akibatnya, sekitar 50 pendaki yang hendak turun terjebak kobaran api dengan ketinggian sekitar 5 meter. Mereka panik dan berusaha menyelamatkan diri dengan kembali berjalan menuju ke atas dan melompat ke ranting hutan yang tidak terbakar. (Baca: TERUNGKAP: Ini Dugaan Penyebab Gunung Lawu Terbakar)

    Dita Kurniawan, 18 tahun, pendaki yang selamat, menuturkan kebakaran lahan hutan di tepi jalur pendakian terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Ketika itu, ia dan sejumlah pendaki yang sudah mencapai puncak gunung sedang berjalan turun. Tiba-tiba semak-semak di tepi jalur pendakian antara pos 3 dan 4 terbakar.

    "Api cepat membesar karena anginnya kencang," ujar Dita.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.