Risma : Surabaya Harus Kembangkan UKM

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyapa pengunjung cilik usai mengamati sejumlah produk yang dipamerkan di area Paviliun Surabaya pada Pameran Popcon Asia 2015 di Senayan, Jakarta, 8 Agustus 2015. Selain menjadi pembicara pada sesi Talkshow, Risma memamerkan beberapa karya kreatif pemuda di Paviliun Surabaya, serta mendeklarasikan Surabaya sebagai Kota Kreatif pada Popcon Asia 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyapa pengunjung cilik usai mengamati sejumlah produk yang dipamerkan di area Paviliun Surabaya pada Pameran Popcon Asia 2015 di Senayan, Jakarta, 8 Agustus 2015. Selain menjadi pembicara pada sesi Talkshow, Risma memamerkan beberapa karya kreatif pemuda di Paviliun Surabaya, serta mendeklarasikan Surabaya sebagai Kota Kreatif pada Popcon Asia 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau yang biasa disapa Risma mengatakan Kota Surabaya harus terus mengembangkan Usaha Kecil Menangah menjelang diterapkannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Menurut dia, Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia dan bisa menjadi barometer perekonomian kerakyatan.

    “Saya yakin kedepannya bukan penjajahan fisik, namun penjajahan di bidang ekonomi,” kata Risma saat memperkenalkan Relawan Saya Surabaya, Ahad, 18 Oktober 2015.

    Risma meminta agar masyarakat Surabaya terus mengembangkan sumber daya manusia untuk menghadapi integrasi ekonomi negara-negara se Asia Tenggara tersebut. Jika sumber daya manusianya unggul, Risma optimistis Surabaya bisa menjadi kota mandiri dan bertahan dalam kepungan ekonomi global. “Selain itu  juga harus memiliki jiwa nasionalisme, caranya dengan mencintai dan mengonsumsi produk-produk lokal," katanya.

    Menurut Risma, berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada Desember 2014, nilai ekspor Indonesia mencapai 14,62 miliar dolar AS, atau mengalami peningkatan sebesar 7,38 persen dibanding ekspor November 2014. Namun, yang hal itu bertolak belakang karena angka cadangan devisa yang dimiliki Indonesia tidak mengalami kenaikan.

    "Ternyata itu disebabkan oleh banyaknya pengusaha Indonesia yang menginvestasikan uangnya ke luar negeri," katanya.

    MOHAMMAD SYARRRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.