Dua Mahasiswa Tewas, Ini Kata Rektor UIN Sunan Ampel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 123rf.com

    123rf.com

    TEMPO.CO, Surabaya - Dua jenazah mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, yang meninggal saat acara pendidikan dan pelatihan mahasiswa pecinta alam di Pagak, Kepanjen, Malang, pagi tadi dipulangkan dengan dua ambulans. Jenazah tiba di Universitas Negeri Sunan Ampel pada pukul 10.00.

    Kedatangan mereka disambut isak tangis dari rekan-rekannya yang telah menunggu sejak pagi tadi. Setelah tiba, jenazah langsung disalatkan berjemaah di Masjid UIN Sunan Ampel. Dua jenazah tersebut yaitu, Lutfi Rahmawati, 19 tahun, dan Yudi Abarizki, 19 tahun.

    Rektor UIN Sunan Ampel Abdul A'la menjelaskan, bahwa prosedur pelaksanaan kegiatan ini seluruhnya sudah benar. Kelengkapan data seperti surat keterangan sehat dan izin dari orang tua sudah disertakan keduanya. Abdul juga mengaku sudah mengawal dari awal kegiatan ini dijalankan, termasuk mengoreksi standar kelayakan kegiatan. “Ini kegiatan setiap tahun ya, sebenarnya tidak berat,” kata Abdul, Minggu, 18 Oktober 2015.

    Menurut Abdul, kejadian ini adalah musibah yang di luar perkiraan baik dari pihak rektorat maupun panitia. Dengan adanya kejadian ini, ke depan rektorat akan lebih mengawasi kegiatan kampus. Sejauh ini Abdul belum mengetahui hasil pemeriksaan kedua jenazah dari RS Syaiful Anwar, Malang.

    Diduga, kedua jenazah tersebut kelelahan saat menjalani kegiatan. Yudi Abarizki, sebenarnya juga memiliki riwayat sakit bronkitis tapi saat berangkat dalam keadaan sehat. Sedangkan Lutfi, tidak memiliki riwayat sakit apa pun.

    Keduanya berangkat pada Rabu, 14 Oktober lalu, bersama 19 peserta lainnya. Mereka berangkat untuk melaksanakan diklat mahasiswa baru sebagai calon anggota mahasiswa pecinta alam. Rencananya, kegiatan tersebut berakhir pada Minggu, 18 Oktober 2015. “Namun karena ada kejadian ini jadi dihentikan,” kata Abdul.

    SITI JIHAN SYAHFAUZIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.