Pendeta Gereja Aceh Singkil: Tak Ada Umat Nasrani yang Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis memasang infus pada pasien Uyung (27),  korban tembak pada konflik di Aceh Singkil, saat dirujuk di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, Banda Aceh, 14 Oktober 2015. ANTARA/Ampelsa

    Petugas medis memasang infus pada pasien Uyung (27), korban tembak pada konflik di Aceh Singkil, saat dirujuk di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, Banda Aceh, 14 Oktober 2015. ANTARA/Ampelsa

    TEMPO.CO, Singkil - Pendeta Gereja Protestan Pakpak Dairi di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, Erde Berutu, mengklarifikasi pernyataannya soal korban tewas dari umat nasrani. "Tak ada korban twas dari umat nasrani. Itu rupanya isu,” ujar Erde Beurutu kepada Tempo, Sabtu, 17 Oktober 2015.

    Erde Berutu mengatakan informasi pada hari itu sangat kacau balau. Apalagi informasi itu muncul di tengah kekhawatiran jemaatnya. Sebelumnya Erde menyebut ada umat Nasrani yang tewas akibat terkena razia massa pasca pembakaran gereja dan bentrok di Desa Dangguran, Simpang Kanan, Selasa,13 Oktober 2015.

    BACA JUGA
    Gudang Gereja Sabang Nyaris Terbakar, Ada Bau Minyak Tanah
    Ahok: Tuhan Nggak Dengar Kalau Pengajian Nggak di Monas?

    Insiden pembakaran Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) di Desa Suka Makmur Kecamatan Gunung Meriah, kemudian massa bergerak menuju Gereja GKKPD di Desa Dangguran, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, Selasa siang, 13 Oktober 2015, yang menyebabkan 1 tewas, 4 lainnya terluka.

    Samsul (21) warga Desa Buloh Seuma, Kecamatan Suro tewas akibat ditembak senjata yang diduga biasa dipakai menembak babi. Uyung 27, mengalami luka tembak di bahu kanan dan sudah dioperasi, Kamis, 15 Oktober 2015. Sesuai hasil CT scan, peluru menembus paru-paru dan bersarang di rongga dada kanan.

    Salman, (21), yang dirawat di Rumah Sakit Umum Meuraxa, dilaporkan kondisinya sudah mulai membaik. Dia terkena tembakan di bagian perut. Sementara Herman, (22), yang juga korban yang berasal dari kelompok massa masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Singkil.

    IMRAN MA

    BACA JUGA
    Kisah Pisau Sayur Pencabut Nyawa Ibu dan Anak di Cakung
    Megawati Terima Doktor Honoris Causa dari Korea


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.