Pilkada, Arumi Bachsin Kerek Elektabilitas Suami 24 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Arumi Bachsin mendampingi suaminya Emil Elistianto Dardak melaporkan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Gedung KPK, Jakarta, 3 Agustus 2015. Pelaporan LHKPN tersebut terkait pencalonan Emil Elistianto Dardak (31) sebagai Calon Bupati Trenggalek, Jawa Timur. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Artis Arumi Bachsin mendampingi suaminya Emil Elistianto Dardak melaporkan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Gedung KPK, Jakarta, 3 Agustus 2015. Pelaporan LHKPN tersebut terkait pencalonan Emil Elistianto Dardak (31) sebagai Calon Bupati Trenggalek, Jawa Timur. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Surabaya - Menurut survei Surabaya Consulting Group (SGC), keartisan Arumi Bachsin mampu mendongkrak elektabilitas suaminya yang juga calon Bupati Trenggalek, Emil Elistianto Dardak, sebanyak 24 persen. Dalam pilkada di kabupaten wilayah Jawa Timur bagian selatan itu Emil berpasangan dengan Moh. Nur Arifin.

    "Arumi sendiri memiliki tingkat kepopuleran sebesar 92 persen di kalangan warga Trenggalek," kata Direktur Eksekutif SGC Didik Prasetiyono, Sabtu, 17 Oktober 2015.

    Menurut Didik, faktor Arumi telah mengerek elektabilitas Emil-Arifin mencapai 77 persen. Adapun elektabilitas lawannya, pasangan Kholiq-Handoko yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa, sebanyak 23 persen. Berdasarkan survei itu elektabilitas Emil merata di hampir semua kecamatan.

    "Emil-Arifin memiliki basis pemilih di Kecamatan Durenan, Bendungan, Panggul, Trenggalek Kota, Tugu, dan Pule. Sementara Kholiq-Handoko relatif bisa memberi perlawanan di Kecamatan Kampak dan Munjungan," katanya.

    Variabel penting tingginya keterpilihan Emil-Arifin akibat dipersepsikan oleh masyarakat sebagai pasangan calon yang dekat (81 persen) dan disukai (84 persen). Adapun 73 persen responden menganggap pasangan ini lebih mampu dan lebih pandai dalam membawa perubahan bagi Trenggalek.

    Didik menuturkan survei tersebut dilakukan pada  20-30 September 2015 dengan mengambil 400 responden berumur 17 tahun ke atas. Metode yang digunakan adalah stratified random sampling. "Dengan tingkat margin of error 2,1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen," kata Didik.

    Pasangan Emil-Arifin diusung koalisi Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Golkar, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Hati Nurani Rakyat, dan Partai Persatuan Pembangunan.

    Lawan Emil, Kholiq, adalah bekas Wakil Bupati Trenggalek. Adapun Priyo Handoko adalah notaris sekaligus pengusaha yang berdomisili di Provinsi Papua. Selain Partai Kebangkitan Bangsa, Kholiq-Handoko juga diusung Partai Keadilan Sejahtera, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, dan Partai Nasional Demokrat.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.