Ini Alasan Polisi Masih Jaga Lokasi Jatuhnya Aviastar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aviastar

    Aviastar

    TEMPO.CO, Makassar - Sekitar tiga polisi disiagakan di posko Gamaru di Dusun Gamaru, Desa Ulu Salu, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Kawasan ini merupakan akses masuk menuju lokasi jatuhnya pesawat Aviastar PK-BRM. Pengamanan itu dilaksanakan setiap hari kendati proses evakuasi korban dan bangkai pesawat nahas tersebut sudah lama rampung.

    Kepala Kepolisian Resor Luwu Ajun Komisaris Besar Yusdiwan mengatakan penjagaan di posko dimaksudkan agar sisa serpihan pesawat Aviastar tetap utuh. Pengamanan itu dilaksanakan setelah berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

    "Itu upaya antisipasi agar tidak ada yang mengambil sisa serpihan pesawat," kata Yusdiwan, Sabtu, 17 Oktober 2015.

    Pengamanan sisa serpihan pesawat itu juga dimaksudkan untuk membantu KNKT dalam proses investigasi. Meski black-box dan sejumlah serpihan yang menjadi sampel telah diserahkan, bisa saja KNKT membutuhkan tambahan sampel atau hendak melakukan olah TKP ulang. Sebelumnya, lima petugas KNKT telah melaksanakan olah TKP di lokasi itu, Sabtu, 10 Oktober lalu.

    Adex menerangkan pihaknya menempatkan personelnya di Posko Gamaru lantaran lokasi itu merupakan akses satu-satunya menuju lokasi jatuhnya Aviastar. Keberadaan polisi di posko itu sekaligus bisa memantau bila ada warga yang mengambil serpihan sehingga bisa diserahkan ke aparat. "Tidak ada jalan lain menuju TKP, pasti lewat posko itu," tuturnya.

    Sebelumnya, Wakil Ketua KNKT Haryo Satmiko mengatakan pihaknya meminta kepolisian membantu pengamanan di sekitar lokasi jatuhnya pesawat. Petugas KNKT sendiri sudah melakukan olah TKP. Lembaganya sudah memeriksa posisi pesawat, serpihan pesawat, dan jenazah. "Hasil itu nanti disimulasikan terus dan akan ada gelar perkara. Kalau masih kurang, bisa saja kami kembali ke TKP," ucap dia.

    Pesawat Aviastar hilang kontak sekitar sebelas menit setelah take-off dari Bandara Andi Jemma, Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Jumat, 2 Oktober 2015, pukul 14.25 Wita. Tim SAR gabungan memulai pencarian lantaran pesawat berjenis twin otter itu tidak kunjung tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, sesuai jadwal pada pukul 15.39 Wita.

    Setelah melakukan pencarian selama tiga hari, tim SAR gabungan akhirnya menemukan pesawat itu di Buntu Bajaja, Desa Ulu Salu, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Seluruh penumpang dan awak pesawat ditemukan meninggal.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.