PAN Gabung Pemerintah, Golkar Konsisten Jadi Oposisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiri-kanan: Sekretaris Fraksi Bambang Soesatyo, Ketum Golkar Munas Bali Aburizal Bakrie, Ketua Fraksi Partai Golkar Ade Komarudin , Ketua DPR Setya Novanto, dan Wakil Ketua MPR Mahyudin dalam pemotongan tumpeng di Rapat Pleno Partai Golkar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 4 Juni 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Kiri-kanan: Sekretaris Fraksi Bambang Soesatyo, Ketum Golkar Munas Bali Aburizal Bakrie, Ketua Fraksi Partai Golkar Ade Komarudin , Ketua DPR Setya Novanto, dan Wakil Ketua MPR Mahyudin dalam pemotongan tumpeng di Rapat Pleno Partai Golkar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 4 Juni 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, mengatakan partainya akan tetap konsisten menjadi oposisi bagi pemerintah. "Kita tetap berpandangan menjadi penyimpang jauh lebih penting. Kalau semua mendukung Presiden, siapa yang mengingatkan," katanya dalam Diskusi Warung Daun di Jakarta, Sabtu, 17 Oktober 2015.

    Bambang menilai Presiden Jokowi kini tengah membangun kekuatan politik baru khususnya setelah Partai Amanat Nasional bergabung dengan pemerintah. "Dia sekarang berhasil merekrut PAN. Apa dia juga nanti berhasil merekrut partai KMP lainnya," kata Bambang.

    Menurutnya, saat ini Golkar sebagai oposisi menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah di parlemen. Bambang menegaskan yang menyerang Jokowi justru dari partai kubu pendukung pemerintah. "Yang tidak baik, yang sering menyerang, kan justru kubu partai presiden sendiri. Tiba-tiba minta presiden turun, itu kan bukan dari orang KMP," katanya.

    Bambang mengatakan perbedaan partainya dengan Koalisi Indonesia Hebat saat ini adalah partainya lebih mementingkan kepentingan negara daripada kepentingan partainya. "Kawan-kawan di KIH mementingkan negosiasi kepentingan kelompoknya. Justru rongrongan terbesar dan tantangan Presiden dari dalam, bukan dari luar."

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.